Cegah Peredaran Narkoba di Batas RI – PNG, Warga Skouw Diajak Ikut Menangkal

0
493
Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Papua, Suzana Wanggai, saat diwawancara. (ISTIMEWA / HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri mengimbau masyarakat Skouw, Kota Jayapura, agar dapat ikut menangkal peredaran Narkoba di wilayah perbatasan.

Hal demikian disampiakan Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Papua, Suzana Wanggai, kepada pers, kemarin, di Jayapura.

Masyarakat, kata Suzana, diharapkan segera memberikan laporan jika mendapati oknum yang berupaya memasukan barang-barang ilegal (narkoba) ke wilayah Kota Jayapura.

“Sebab memang tugas menjaga perbatasan juga menjadi tanggung jawab masyarakat. Karena dengan partisipasi warga, upaya menangkal peredaran narkoba di perbatasan bisa lebih maksimal,” terang dia.

Dia mengakui sampai saat ini, masih ada jalan tikus disepanjang jalur perbatasan RI-PNG, yang kini menjadi pintu masukknya peredaran Narkoba. Kendati demikian, sejumlah jalur itu sudah menjadi perhatian khusus dari berbagai pihak terkait, tak terkecuali pihak aparat keamanan.

“Tapi kita tetap akan memperkuat komunikasi dengan berbagai intansi terkait. Supaya upaya pengawasan di daerah perbatasan kedepan bisa lebih maksimal,” ucap dia.

Sebelumnya, Suzana mengomentari pungutan liar di wilayah perbatasan seperti yang dikeluhkan negara tetangga (PNG). Pemerintah Provinsi sudah memastikan hal itu tak akan terjadi lagi pada tahun ini.

Menurut Suzana, pihaknya telah meminta seluruh pimpinan dari unsur terkait di wilayah perbatasan untuk memperketat pengawasan kepada petugas dibawahnya. Sementara bila menemukan pungutan, Pemerintah Papua Nugini dalam laporannya diharapkan menyertakan minimal bukti foto pelaku pungli supaya dapat dilakukan penindakan.

“Bila ada kejadian pungli nantinya kami minta untuk sertakan bukti foto, agar jelas siapa yang melakukan pungli. Supaya bisa ada penindakan. Sebab pelaku pungli sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa pun. Sebab yang dikhawatirkan pungli dilakukan oleh oknum dengan mengatasnamakan petugas perbatasan,”katanya. (Koran Harian Pagi Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here