SENTANI (LINTAS PAPUA) – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jayapura, Subhan, S.E, memastikan serapan anggaran APBD Kabupaten Jayapura tahun 2018 mencapai 95 persen hingga 100 persen.

 

“Kami dalam hal ini BPKAD selaku Perangkat Daerah (PD) tekhnis optimis penyerapan APBD tahun 2018 di akhir tahun ini pasti tinggi yakni, 95 persen  hingga 100 persen,” ujar Subhan, S.E, kepada wartawan saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (17/10/2018) lalu.

Optimisme Subhan itu salah satunya karena masih ada alokasi waktu sisa satu bulan lebih.

“Dimana, dalam kurun waktu tersebut semua perangkat daerah (PD) dapat menggenjot penyerapan melalui pekerjaan-pekerjaan fisik dan non fisik. Supaya dana yang tersedia di setiap perangkat daerah itu dapat terserap,” paparnya.

 

 

Subhan menambahkan, bahwa sesuai dengan hasil evaluasi terkini yang telah di lakukan oleh pihaknya bersama Bupati dan seluruh PD belum lama ini terkuak bahwa penyerapan APBD sudah mencapai angka 60 persen hingga 70 persen dan sisanya akan di kejar dalam beberapa waktu kedepan.

Dikatakan, anggaran yang masih terdapat di perangkat daerah adalah anggaran-anggaran untuk membiayai program pembangunan fisik. Walaupun masih tersisa sekitar 40 persen hingga 30 persen penyerapan APBD Kabupaten Jayapura yang akan di kejar. Namun pihaknya optimis dalam waktu satu bulan lebih ini akan terserap.

Menurut Subhan, Bupati Jayapura selaku pimpinan daerah sangat tegas meminta kepada seluruh perangkat daerah atau PD untuk benar-benar bekerja serius dalam sisa waktu yang ada. Supaya penyerapan anggaran di perangkat daerah tinggi, maka dengan sendirinya akan mendongkrak naik penyerapan APBD Kabupaten Jayapura.

“Karena bapa bupati telah menyampaikan kepada kami semua selaku perangkat daerah, untuk bekerja secara maksimal supaya penyerapan bisa tinggi. Kalau kerja tidak serius, maka sudah tentu target penyerapan tinggi akan meleset dan hal itu tidak kita inginkan bersama,” tuturnya.

Subhan juga menuturkan, andaikata penyerapan APBD Kabupaten Jayapura tahun 2018 ini rendah, maka sudah tentu berdampak pada jumlah Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) akan tinggi. Namun sebaliknya, jika penyerapan ABPD Kabupaten Jayapura tahun 2018 ini tinggi maka Silpa tahun 2018 akan rendah.

Dirinya menambahkan, sesuai rencana bahwa evaluasi penyerapan ABPD Kabupaten Jayapura tahun 2018 akan dilakukan lagi bersama pimpinan daerah dan semua perangkat daerah dalam akhir tahun. Sekaligus untuk mendapatkan kepastian mengenai tinggi atau rendahnya penyerapan anggaran, baik secara perangkat daerah. Tetapi, juga secara keseluruhan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura.

“Sesuai penegasan bapa bupati bahwa batas akhir penyerarapan anggaran adalah di minggu kedua bulan November 2018. Terkait penegasan tersebut, kami akan menindaklanjutinya tetapi atas petunjuk bapa bupati,” tegasnya.

Dirinya juga mengimbau, kepada semua perangkat daerah (PD) di Lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura, untuk dapat mengejar penyerapan anggaran dengan menuntaskan semua program-program fisik maupun non fisik lainnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)