SENTANI (LINTAS PAPUA) – Setelah sebelumnya berhasil menangkap beberapa pelaku dengan barang bukti hasil curanmor di berbagai lokasi di Kota Sentani, kini Tim Gabungan dari Polres Jayapura dan Polsek Sentani Kota membekuk salah satu pelaku curanmor.

 

 

Kali ini tim gabungan baik Tim Paniki dan Tim Elang I dibawah pimpinan Aipda Agus Patang berhasil meringkus YD (18) di Bawah Bukit Manansang, Hawaii, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (17/10/2018) malam lalu pukul 21.00 WIT saat melaksanakan operasi Pekat (Penyakit Masyarakat).

Kapolsek Sentani Kota Kompol Hakim Sode, S.H, M.H, melalui Kasie Humas Polsek Sentani Kota Brigpol M. Ichsan J. Nugoroho menerangkan penangkapan terhadap pelaku YD (18) itu setelah dilakukan Lidik dan berkat adanya informasi bahwa pelaku yang dalam keadaan mabuk akan pergi ke Pasar Malam di pusat Kota Sentani dari arah Sentani Timur.

“Atas Lidik dan informasi tersebut, akhirnya Tim Gabungan Paniki dan Elang I melakukan hunting. Ditengah perjalanan, pelaku YD(18) ini melintas dan langsung Tim Gabungan Paniki dan Elang I mengamankan pelaku beserta barang bukti,” kata pria yang akrab disapa Ichsan ketika mengirimkan rilis persnya ke wartawan harian ini via pesan WhatsApp, Kamis (18/10/2018) kemarin malam.

 

 

“Benar Tim Opsnal Gabungan Paniki dan Elang I berhasil membekuk pelaku Curang berinisial YD (18) beserta barang bukti di Bawah Bukit Manangsang,” sambungnya.

 

Ichsan mengungkapkan, bahwa pelaku curanmor berinisial YD (18) ini memang merupakan target pihaknya dari hasil pengembangan.

 

 

“Yang mana sebelumnya, kami telah mengamankan DT menggunakan motor tanpa identitas yang diduga sebagai hasil curanmor saat tim kami melaksanakan kegiatan hunting Operasi Pekat. Dan setelah dilakukan interogasi, DT mengakui bahwa motor tersebut diperoleh atau dibeli dari pelaku YD (18) seharga Rp 2 juta,” ungkap Kasi Humas.

 

“Pelaku YD beserta barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolsek Sentani Kota dan DT terancam Pasal 480 KUHP tentang Penadahan dengan hukuman 4 tahun penjara. Sedangkan pelaku YD (18) akan disangkakan dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tandas Kasi Humas Ichsan. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)