Sejahterakan Masyarakat, BKKBN Papua Terapkan Sistem KEPUNG

0
117
Kepala BKKBN Papua, Charles Brabar, saat membawakan sambutannya saat pencanangan Kampung KB di Kabupaten Sarmi. (ISTIMEWA)

 

 

 

 

 

 

Suasana Pencanangan Kampung KB di Kabupaten Sarmi dan tampak Bupati Sarmi, Eduard Fonataba, saat memberikan sambutannya. (ISTIMEWA)

 

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – BKKBN Provinsi Papua menerapkan sistem KEPUNG atau Keroyokan Kampung, dimana tempat dicanangkanya kampung KB di gunakan juga untuk penyuluhan perternakan, pertanian, pendidikan, kesehatan dan semua aspek yang di butuhkan oleh masyarakat Papua, tentunya untuk mensejahterakan masyarakat Papua.

“Kegiatan ini akan berlangsung secara bergantian satu minggu satu kali, bila semua aspek sudah di terapkan dengan baik maka terwujudlah, kemandirian juga keluarga sehat sejahtera seperti Yang di upayakan BKKBN,” ujar Kepala BKKBN Papua, Charles Brabar, di kantor perwakilan BKKBN, Kamis (18/10/2018).

 

 

Kepala BKKBN provinsi Papua, Provinsi Papua, Charles Brabar, SE, M.Si., mengatakan bahwa pihaknya baru saja mencanangkan kampung KB di Kabupaten Sarmi, pada Rabu 18 Oktober 2018,walaupun sempat tertunda akhirnya terlaksana juga.

 

“Kami mencanangkan satu distrik satu kampung terjalin sinergitas, kami siapkan dengan kerjasama berlandaskan acara seremonial, kami laksanakan di Kabupaten Sarmi, sempat tertunda, minggu ini kita lakukan di pantai timur barat,” katanya.

Caption : Kepala BKKBN Papua saat memberikan keterangan pers. (Fransisca /LintasPapua.com)

Diakui, bahwa kegiatan Membangun strategi kroyok kampung kita sosialisasikan bersama bapak bupati, diserap para OPD, bisa di serap masyarakat, perilaku hidup sehat ini harus di lakukan bersama-sama, membuka kampung KB, lebih optimalkan untuk memberikan pelatihan.

“Di Kabupaten Sarmi yang melaksanakan keseharian kegiatan kampung KB, BKKBN Provinsi Papua hanya mencanangkan dan memberikan sosialisasi, dalam hal ini dipertegas bahwa KB tidak membatasi jumlah anak dalam setiap keluarga,” tuturnya.

 

“Provinsi mensosialisasikan kampung KB, masyarakat menerapkan kampung KB, mulai menerapkan, menentukan sosialisasi apa maksud dan tujuan kampung KB, perlunya program KB menekan bahwa tidak melarang punya anak banyak,” tegasnya.

 

Dirinya menyampaikan, sebuah sukacita tersendiri bagi BKKBN Provinsi Papua, karena semua kegiatan BKKBN di Sambut baik di setiap kota dan Kabupaten

 

“Kegiatan kami mendapat sambutan Positif, baik lebih optimalkan kampung-kampung ada gairah ada memiliki cara berpikir ke depan, kita beriman, termotivasi terus, sokong terus, program kita prorakyat sehingga di sambut baik.kami tidak pernah duduk diam, kami terus menganti Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana(PLKB) di kampung, kami tidak pernah tenang duduk, kita support terus banyak kegiatan di kampung-kampung,” ungkap pria asal Biak Numfor ini.

 

Dijelaskan, pada saat ini BKKBN Sudah banyak berkarya dan mencanangkan kampung KB di Provinsi Papua.

 

“Pada saat ini kami mencapai 49 % pencanangan dan sosialisasi kampung KB, kami evaluasi setiap enam bulan, kami punya tugas membangun sosialisasi, sistem kroyokan bisa memberikan dampak bagi masyarakat kampung, dimana negara hadir dalam masyarakat.” tandasnya. (Fransisca / lintaspapua.com )