BANDUNG (LINTAS PAPUA) – Michael Jhon Yarisetouw selaku anak Muda Papua yang kini memiliki Cenderawasih Reading Center (CRC) di Kota Jayapura bersama George Arnold Awi selaku Tokoh Masyarakat Adat yang memimpin LMA Port Numbay , ikut bersama sejumlah tokoh dan lembaga Komunikasi menerima penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Repubik Indonesia dalam acara Anugerah Komunikasi Indonesia di Hotel Hilton,Bandung (15/10/2018).

 

Kegiatan bertajuk Komunikasi Cerdas dan Mencerahkan ini digelar khusus untuk memberikan penghargaan kepada insan komunikasi di tanah air.

 

“Pemerintah memberikan apresiasi pada tokoh yang mempunyai kontribusi luar biasa dalam bidang ini (komunikasi). Ada komunikasi kemanusiaan, komunikasi kebangsaan, literasi, dan banyak kategori lainnya,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Niken Widiastuti.

 

Pemerintah, imbuh Niken, memberikan anugerah kepada para tokoh yang dengan gigih dan konsisten menggerakkan komunikasi dan informasi. Melalui kegiatan ini juga, Niken menyoroti penyebaran hoax yang tengah menjadi masalah pelik di dunia komunikasi Indonesia. Karena itu, ia menegaskan pemerintah terus menghimbau agar masyarakat tidak menjadi bagian penyebar berita bohong atau hoax. Masyarakat diminta untuk cerdas dalam memilah berita.

 

“Kita jangan ikut membuat (hoax) dan jangan ikut menyebarkan. Banyak masyarakat aktif membuat konten dan di unggah di medsos, tapi ada yang baik ada juga tidak baik seperti menghasut memfitnah dan berita bohong,” tambah Niken.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Anugerah Komunikasi Indonesia 2018 yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, Dadang Rahmat Hidayah mengatakan langkah pemerintah dalam penyelenggaraan kegiatan ini sangat baik di tengah kondisi komunikasi saat ini. Apalagi malam penganugerahan ini memiliki banyak kategori, sehingga sebaran nilai-nilai komunikasi menjadi lebih unik dan luas.

 

Adapun para penerima Anugerah Komunikasi Indonesia 2018 ini adalah Kampung Cyber (Komunitas Literasi Digital), Angkie Yudistia (Tokoh Literasi Komunikasi Sosial), Muhammad TWH (Tokoh Kurator Komunikasi Jurnalistik), Kasepuhan Cipta Gelar (Komunikasi Komunikasi Haemoni Sosial), Pesantren Al Kasyaf (Komunitas Pemberdayaan Komunikasi), Michael Yarisetouw (Penggiat Komunikasi Kepemudaan), George Arnold Awi (Tokoh Komunikasi Kebangsaan), Mafindo (Komunikasi Komunitas Literasi Digital), dan Sutopo Purwo Nugroho (Tokoh Komunikasi Kemanusiaan dan Communicator of The Year).

 

Menanggapi penghargaan ini, Salah satu penerima penghargaan Penggiat Komunikasi Kepemudaan, Michael Jhon Yarisetouw mengatakan, bahwa dirinya tidak menyangka akan mendapatkan Penghargaan Anugerah Komunikasi Indonesia 2018.

“Dan ini memang anugerah bagi saya dari Tuhan dan tentu dengan adanya anugerah ini, tanggungjawab saya pun bertambah. Terima kasih buat Kemenkominfo dan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) yang telah memberikan penghargaan dan tanggungjawab baru bagi saya sebagai Pemuda,” ujar Michael, saat dikonfirmasi.

Anak Muda yang juga Direktur Cenderawasih Reading Center (CRC) Papua ini, berharap, dengan adanya penghargaan ini bisa memotivasi semua pemuda Papua untuk dapat berkomunikasi di ruang publik dengan baik dan benar, agar berguna dan membangun diri sendiri dan sesama.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yesus atas Anugerah yang saya dapatkan, saya juga bersyukur kepada Tuhan yang memberikan mentor-mentor hebat: Bapak Pdt. Lipiyus Bapak, M.Th, Bapak Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Bapak Mayjen TNI George E. Supit, Bapak Apolo Safanpo Bapak Bondan Gunawan (Mantan Sekretaris Negara era Presiden Gusdur), Ibu Stepi Anriani dan senior-senior saya dari Uncen yang selalu setia mendukung dan memberikan nasehat serta arahan,” ungkapnya.

Diakui, . Anugerah ini dipersembahkan khusus buat Mama Tersayang yang ada di sorga, Tokoh Sentral dalam hidup dan semua volunteer Cenderawasih Reading Center yang setia bersama serta untuk seluruh Pemuda Papua. (Eveerth Joumilena)