PKP Gelar Seminar Sinergitas Penanganan Ancaman Non Militer di Papua  

0
100

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kementrian Pertahanan Republik Indonesia perwakilan kementrian pertahanan (PKP) di daerah provinsi Papua, mengelar seminar “ Sinergitas penanganan ancaman non militer di Provinsi Papua”.

Kegiatan dihadiri 200 peserta dari perwakilan BAPPEDA Papua, KESBANGPOL, Tokoh agama, Tokoh perempuan, Tokoh pemuda, mahasiswa, ASN PEMDA.

Peranan seminar yaitu kepanjangan tangan kementrian pertahanan di daerah sekaligus mitra pemerintah daerah dalam rangka menyelengarakan pertahanan Negara, Rabu(17/10/2018), Ruang rapat BAPPEDA.

Pejabat PKP Provinsi Papua, Kolonel Laut, Drs. Muhaimin, S.Sos, menyampaikan, terimakasih dan selamat datang kepada kepada seluruh yang hadir, lalu menyampaikan fungsi seminar ini.

Pejabat PKP Provinsi Papua, Kolonel Laut, Drs. Muhaimin, S.Sos, saat di wawancara. (Fransisca / lintasPapua.com)

“Kami mengemban tugas mensingkronisasi kebijakan pertahanan Negara pusat dan daerah dalam rangka membangun mengembangkan sistem pertahanan Negara. Lalu penataan ruang wilayah nasional dengan tata ruang wilayah pertahanan. Peningkatan kesadaran bela Negara di lingkungan kementrian,lembaga,pemerintah daerah. Membantu menangkal ancaman non militer, menjebatani aspek pertahanan militer, pertahanan nirmiliter di daerah. Pendataan sumberdaya nasional bagi pertahanan Negara.” ujarnya.

Tokoh agama, Ketua Umum persekutuan gereja-gereja di Papua (PGGB), Pdt. MPA Maur,i S.Th., menuturkan, sangat senang sekali atas di adakan kegiatan ini agar seluruh masyarakat menerima pembinaan mengenai ancaman non militer.

“Kegiatan ini seharusnya dari dulu sudah ada, tapi belum terlambat, ancaman non militer sudah terjadi sekarang. Tapi belum terlambat karena kita mau berusaha dan bekerja, lalu ada perhatian Provinsi. Dari Provinsi tutrun ke Kabupaten kota,mengerucut ke desa dan kampung. Kita akan menemukan kekuatan non militer yang timbul, kita harus bina.karena terjadinya ancaman non militer karena kurang pembinaan, jadi kegiatan ini sangat baik.”kata pendeta sekaligus anggota Forum konumikasi umat beragama Provinsi Papua (Fransisca/lintaspapua.com).