JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Balai Bahasa Provinsi Papua menggelar seminar perencanaan Bahasa daerah di tanah Papua tahun 2018, bekerjasama dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan badan pengembangan dan pembinaan bahasa, juga kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi Universitas Cendrawasih.

 

Kegiatan ini dihadiri 200 peserta terdiri dari pemangku kepentingan, DPRD, DPRP, akademisi, peneliti, tokoh adat, literasi, PKPN, siswa dan Mahasiswa.Grand Abe Hotel Jayapura,Selasa(16/10/2018).

 

Ketua Panitia,Prof.  Dr. Dadang Suhendar mengucapkan, selamat datang di Papua sebagai tuan Rumah, setelah itu menyampaikan tujuan kegiatan.

 

“Kami Menyusun perencanaan dan aksi perlindungan Bahasa dan sastra daerah di Tanah Papua secara komprehensif melalui pendidikan Bahasa dan satra di sekolah dan komunitas. Perencanaan dan aksi terpopuler berkesinambungan, di harapkan memberi hasil makasimal dalam upaya perlindungan bahasa dan sastra daerah di tanah Papua,”  katanya

 

Staf Ahli Setda Provinsi Papua Bidang Hukum, Simeon Hitlay mewakili Gubernur mengharapkan keluarga berperan terus dalam pelestarian Bahasa Papua

 

“Bercirikan bhineka tinggal ika, penghargaan terhadap Bahasa daerah, dalam menyelengarakan otonomi daerah mempunyai kewajiban menjaga Bahasa daerah menjadi sumber pengembangan Bahasa Nasional.,” katanya.

 

“Nilai kearifan Bahasa menjadi hati diri bangsa menjadi kekayaan intelektual. Keluarga dan lingkungan adalah tempat anak belajar praktik Bahasa, meningkatkan keahlian pada Bahasa anak,” harapnya.

 

Pada kesempatan itu.  Dekan FKIP Universitas Cendrawasih, DR. Nomensen Mambraku mengatakan, bahwa  melaksanakan deklarasi akan bertangung jawab penuh atas pendidikan Bahasa dan Sastra daerah Papua yang saat ini memiliki 344 Bahasa Papua yang harus di selamatkan

 

Sementara itu, Menteri KPAI, Yohana Susana Yembise, menyampaikan sambutan, sekaligus membuka kegiatan ini berpesan menjaga Bahasa daerah kita agar tidak punah.

 

“ Ada 668 Bahasa yang terpetakan se Indonesia, kita harus menumbuhkan pelestarian Bahasa daerah yang beragam. Bila Bahasa punah, punahlah bangsa ini. Kita harus lindungi Bahasa kita sebagai kekayaan budaya. kewajiban daerah menghormati Bahasa, karena negara menjamin kene badan berbahasa,” jelasnya.  (Fransisca/ lintaspapua.com)