Pemerintah Kota Jayapura Canangkan Bebas Filariasis Tahun 2020

0
50
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. rustan Saru, MM., saat memberikan selamat kepada Perwakilan kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Jayapura yang mekosumsi obat anti filariasis tahun ke-3 yang disediakan Dinas Kesehatan, menuju Kota Jayapura bebas Filariasi di tahun 2020, Senin, 16 Oktober 2018. (Foto Humas Setda Kota Jayapura)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan melakukan pencanangan bulan oktober sebagai bulan eliminasi penyakit filariasis atau kaki gajah, menuju Kota Jayapura bebas penyakit endemik ini pada tahun 2020 mendatang.

Pencangan ini berlangsung di sela-sela apel pagi senin 15 oktober 2018 di jajaran ASN Pemerintah kota Jayapura dengan secara bersama-sama meminum obat filarias, yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura,  Ir. H. Rustan Saru, MM.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura,  dr. Ni Nyoman Sri Antari,  usai pemberian obat pencegahan penyakit gajah ini mengatakan, untuk di wiliyah Kota Jayapura sendiri adalah tahun ketiga pemberian obat pencegahan penyakit kaki gajah tersebut, dan ditargetkan 65 sampai 100 persen masyarakat dapat terlayani untuk obat pencegahan ini.

“Untuk pencegahan penyakit menular ini, kita memulai nya dari pemberian obat kepada seluruh ASN dilingkungan Pemerintah Kota Jayapura, dan untuk seluruh masyarakat kita tergetkan sekitar 65 hingga 100 persen atau 376.660 jiwa dari jumlah penduduk diKota Jayapura yang kurang lebih 418.518 ribu jiwa tersebut. “ ujar Kadis Kesehatan,  dr. Ni Nyoman Sri Antari.

Wakil Walikota Ir. H. Rustan Saru, MM bersama Perwakilan kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Jayapura mekosumsi obat anti filariasis tahun ke-3 yang disediahkan Dinas Kesehatan, menuju Kota Jayapura bebas Filariasi ditahun 2020, Senin 16 Oktober 2018

Lanjut Ni Nyoman, pihak nya telah memulai memberikan obat pencegahaan di sekolah-sekolah dan posyandu serta di 13 puskemas, dirinya mengatakan diKota Jayapura sendiri telah ditemukan sebanyak 20 kasus penderita penyakit kaki gajah, dan saat ini tengah di obati.

Dirinya juga mengatakan, untuk penderita penyakit berat lainnya serta ibu hamil serta anak dibawah umur 2 tahun serta dewasa diatas 70 tahun tidak diperkenankan meminum obat pencegahaan penyakit kaki gajah ini.

Perwakilan kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Jayapura mekosumsi obat anti filariasis tahun ke-3 yang disediahkan Dinas Kesehatan, menuju Kota Jayapura bebas Filariasi ditahun 2020, Senin 16 Oktober 2018

Data yang diluarkan dinas kesehatan kota Jayapura,sejak 2015- Oktober 2018 sebanyak 20 penderita kronis filariasi atau kaki gajah yang telah ditangani oleh 13 puskesmas yang tersebar di 5 distrik.

Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit zoonosis yang ditularkan oleh nyamuk yang membawa cacing parasit nemtoda yang tergolong superfamilia Filarioidea yang menyebabkan infeksi sehingga berakibat munculnya edema.

Gejala yang umum terlihat adalah terjadinya elefantiasis, berupa membesarnya tungkai bawah (kaki) dan kantung zakar(skrotum), sehingga penyakit ini secara awam dikenal sebagai penyakit kaki gajah.(Humas Setda Kota Jayapura)