PERBAKIN Papua   Miliki  14 Cabang  di  Kabupaten/Kota

0
171
Ketua Pengprov Perbakin Papua, Jhony Banua Rouw, kepada awak media, usai peresmian Shoting Klub Kodam XVII Cenderewasih, Rabu, (10/10/2018). (ISTIIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) –  Ketua Pengprov Perbakin Papua, Jhony Banua Rouw mengatakan sejauh ini Perbakin sudah memiliki  14 Cabang di tingkat  Kabupaten/Kota. Sedangkan untuk klub menembak sendiri hampir di 14 cabang ini memiliki dua sampai tiga klub.

 

“Kalau di Kota Jayapura ini cukup banyak. Di Kota dengan adanya  Shoting Club Kodam XVII Cendererawasih ada sekitar delapan. Di luar masih banyak yang membuat komunitas tapi belum resmi ke kami Perbakin,” ujar  Ketua Pengprov Perbakin Papua,   Jhony Banua Rouw, kepada awak media, usai peresmian Shoting Klub Kodam XVII Cenderewasih, Rabu, (10/10/2018).

 

Dirinya menerangkan orang boleh saja berhimpun tetapi resminya itu yang belum terdaftar ke kami. Tentu kalau bergabung bersama kami kita berharap semua bisa menggunakan regulasi dari standar Perbakin.

 

Perbedaan antara kami dengan TNI/Polri, biasanya jarak tembak 20 meter, kami di Perbakin jarak 25 meter. “Kami tembak dengan menggunakan satu tangan, sedangkan teman-teman di TNI/Polri dua tangan tetapi kalau untuk menembak reaksi sama, di targetnya berbeda,” jelasnya.

 

Disinggung terkait dengan perbedaan cara menembak, Jhony Banua Rouw katakan semua sesuai dengan Protap yang ada, mereka boleh saja menembak dengan jarak 25 meter. Kalau di lihat tadi menggunakan plat bulat, tetapi kalau di versi kami, tidak memakai plat tembak, tetapi di kami Perbakin sudah menggunakan mesin yang setiap 2-3 detik bisa terbuka dan tertutup terlambat menembak akan hilang.

 

“Perbedaan yang paling mendasar adalah kita lebih kepada, akurasi, ketepatan. Kalau teman-teman dari TNI/Polri lebih kepada kecepatan,” terangnya.

 

Terkait dengan apakah lapangan tembak yang sudah diresmikan bisa di gunakan untuk latihan atlet PON 2020. Dirinya mengaku itu semua kembali kepada Teknikal Delegate yang nanti akan menilai serta  memutuskan apakah bisa digunakan atau tidak. “Tetapi kalau untuk lapangan tembak kami juga mempunyai standar karena, kalau tidak memenuhi standar tidak bisa diakui hasilnya, karena kita adalah nomor Olympiade dan wajib di PON,” bebernya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa untuk fasilitas PON sendiri tahun ini sudah di anggarkan, tetapi belum di laksanakan pembangunannya, karena beralasan dengan pembebesan lahan. Kami harapkan semua itu bisa segera terealisasi. “Kalau kita lebih ke akurasi, berada pada ruangan yang tertutup, pakai AC, jacket, kaca mata dan sepatu. Itu ada standarnya tetapi tetap kita akan memulai dari yang sudah ada hingga ke yang standar Perbakin,” tuturnya.

 

Selama ini untuj gudang penyimpanan peralatan, kami sudah kerjasama dengan Polda Papua, dalam hal ini adalah Brimob. Jadi peralatan kita semua disimpan di Mako Brimob Polda Papua.

 

Kami juga sudah melakukan MoU, dan sedang siapkan gudang sendiri dan tinggal di pasang sekarang, kami berharap satu bulan lagi pembangunan gudang penyimpanan sudah selesai dan peralatan bisa kita simpan sendiri terpisah dengan kesatuan.

 

“Kami bersyukur sudah punya lapangan sendiri saat ini di Jalan Baru, kami punya gudang, peralatan sendiri. Peralatan pun memiliki spek yang berbeda, kalau reaksi sama, tetapi di target dan berburu berbeda,” urainya.

 

Di tanya soal target Perbakin untuk medali di PON 2020, dirinya mengaku tak memberikan janji yang muluk-muluk, tapi kalau untuk menyumbangkan satu atau dua medali itu sudah yang terbaik bagi kami.

 

“Pembinaan itu kita mulai dari bawah, sehingga kalau kita bisa menyumbangkan medali, itu sudah merupakan yang terbaik dari Perbakin,” tutupnya. (gm/Lintas sport)