Masyarakat Pesisir Pantai di Sarmi Jangan Terpancing Isu Tsunami

0
54

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kabupaten Sarmi dilanda gempa tektonik dengan kekuatan 4,5 Skala Richter (SR) sekitar pukul 11.01 Waktu Indonesia Timur (WIT), Senin (8/10/2018) pekan kemarin.

Gempa yang terjadi tepatnya di laut pada jarak 38 kilo meter ke arah Timur Laut Kabupaten Sarmi tersebut, dipastikan tidak berpotensi tsunami. Dimana letak dengan kedalaman gempa berada pada 7 kilometer dalam laut.

“Gempa itu dirasakan di darat saat kita dalam posisi hening atau sedang berdiam diri. Jika sedang beraktivitas kemungkinan kecil untuk bisa merasakan gempa tersebut,” terang

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili di Jayapura, Senin petang.

Kendati begitu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat di daerah pesisir pantai Papua, lebih khusus di Sarmi, agar tidak terpancing isu (tsunami) yang tidak bertanggung jawab. Sebab gempa bumi yang dihasilkan itu, tidak berpotensi tsunami.

Kepala Bidang Industri Diperindagkop-UKM Kabupaten Sarmi, Daniel Sabarofek yang dihubungi pers via telepon selulernya mengakui gempa yang terjadi Senin petang, tidak terlalu mempengaruhi aktivitas warga.

Gempa tersebut seolah-olah tidak terjadi dan dirasakan oleh warga. “Sehingga kalau dikatakan ada kepanikan warga saat gempa, itu tidak terlihat sama sekali,” ucap dia.

Diketahui, Senin petang, terjadi gempa tektonik 4,5 SR dengan episenter terletak pada koordinat 1,53 Lintang Selatan (LS) dan 138,76 Bujur Timur (BT), di Kabupaten Sarmi.

Dampak gempa berupa guncangan yang dirasakan di Kabupaten Sarmi dalam skala intensitas II MMI (I SIG-BMKG).

Dimana ditinjau dari episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa itu merupakan goncangan yang terjadi di daerah subduksi utara Papua.

Hasil monitoring BMKG hingga pukul 13.20 WIT, belum terjadi aktivitas gempa susulan, warga Sarmi diminta tetap tenang. (Berti Pahabol / SE / LintasPapua.com)