Papua Kirim  14 Relawan Medis  Bantu Bencana di  Sulawesi Tengah.

0
101

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dinas Kesehatan Provinsi Papua  melepas 14 orang, team Relawan medis  berserta obat- obatan untuk memberikan bantuan kemanusiaan perduli Bencana Palu – Sigi – Donggala selama 10 hari.

 

Kegiatan ini ditandai penyematan rompi Oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, secara resmi dilepas dalam Apel, di halaman kantor DINKES Provinsi Papua.Kamis(11/10/2018).

 

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE, MM berpesan,  agar relawan medis Papua melayani pasien dengan baik.

 

“Kami kirimkan 14 orang tampaknya sedikit tapi mempunyai dampak yang luar biasa. terimakasih, bagi kepala dinas BNPB dan kepala dinas kesehatan, berinisiatif mengumpulkan dan membantu saudara kita, kita juga turut merasakan keprihatinan Yang mendalam atas bencana ini,” katanya.

Disampaikan, bahwa 14 orang ini duta kita layani dengan baik professional, agar teman2 kita punya kesan yang baik mengenai Papua, kita disini mendoakan agar mereka segera pulih.

 

Sementara itu, Ketua Team Relawan Bantuan Medis, dr. Ari, Melaporkan akan membawa serta obat umum, dan menjelaskan penyakit yang timbul pasca bencana

 

“Kami akan membawa serta 5 Koli Obat obatan umum untuk menangulangi sakit Yang biasa timbul pasca bencana yaitu, diare, ispa, empat di antaranya yang butuh pelayanan cepat adalah penyakit ISPA.”Jelasnya.

Kepala Badan Penangulangan Bencana (BPBD) Wiliam R. Maderi menguraikan tenaga medis yang akan melakukan pelayanan di Sulawesi Tengah

 

“Kami ber 14 orang, sepuluh orang dari dinas kesehatan Provinsi Papua, dua dari BPBD Papua dan dua lagi dari dinas sosial Papua, selama disana mereka akan berkoordinasi dengan panitia di Sulawesi Tengah ditempatkan diwilayah mana saja,” katanya.

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai,  selaku pencetus ide pelaksana Relawan Medis Papua ini mengharapkan, bantuan ini berdampak baik saat dilokasi.

 

“Kami mengharapkan bisa membantu pelayanan kesehatan, karena pasca bencana akan timbul penyakit yang butuh penanganan khusus, per keluarga per orang, partisipasi kita selaku sesama orang Indonesia.namanya wabah kita tidak duga, sebagai sesama kita harus perduli,” pungkasnya. (Fransisca / lintaspapua.com)