Budi Prodjonegoro Yokhu : Berat Hati Meninggalkan Lembah Grime

0
80
Mantan Kepala Distrik Namblong, Budi Prodjonegoro Yokhu, S.STP, (berdiri kedua dari kiri), saat memegang sayuran hasil panen perdana sebelumnya. Bagian dari karya terbaik untuk masyarakkat di Lembah Grime, namun kini harus mengabdi ditempat tugas yang baru. Selamat Berkarya untuk Khenambai Umbai. (Foto Pribadi BPY)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Dikutip dengan judul “BERAT HATI MENINGGALKAN LEMBAH GRIME” adalah status yang dibuat Budi Prodjonegoro Yokhu, S.STP, seorang pamong praja yang mengabdikan dirinya selama 14 tahun di Lembah Grime Nawa, kini harus berpisah karena panggilan tugas baru sebagai Kepala Distrik Sentani Kota.

Inilah sekilas cacatan yang dikutip dari lama facebooknya, Jumat 12 Oktober 2018,  sebagai ungkapan perasaan rindu dan senang serta ucapan terimakasih atas semua dedikasi dan dukungan serta terlebih kepada Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw atas kepercayaan yang diberikan.

14 Tahun lebih pengabdianku sebagai Pamong Praja Muda ku habiskan di Lembah Grime dimulai sebagai staf di Distrik Kemtuk sejak Tahun 2004 setelah menamatkan pendidikan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) di Lembah Manglayang Jatinangor Sumedang Jawa Barat.

Masa Muda ku dihabiskan di Lembah ini, Lembah ini menempaku menjadi pribadi yang tegar menghadapi tantangan & berusaha melakukan terobosan.

Banyak Cerita Suka dan Duka yang kami jalani mewarnai karier kami sebagai pamong jika ditulis dinding/ wall ini tidak mampu memuat kisah cerita ini bagaimana kami meyakinkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi membangun wilayah ini sehingga berat hati ini meninggalkan Lembah Grime yang mengajari kami tentang nilai-nilai rasa kemanusian yang tinggi sehingga kami menjadi lebih berhikmat & bijak memimpin masyarakat Grime yang sangat kami hargai, cintai dan banggakan.

TERIMA KASIH BAPA BUPATI JAYAPURA

Bapak Mathius Awaitouw, SE, M.Si yang mempercayakan kami mengemban amanah baru sebagai Kepala Distrik Sentani yang berkedudukan dipusat Ibukota Kabupaten Jayapura terhitung sejak Hari Jumat, 11 Oktober 2018.

Masalah Sampah, Cagar alam Siklop, penataan Pedagang Kaki Lima, pencemaran danau Sentani, pengembangan SDM dalam menghadapi era globalisasi dan kompleksitas masalah perkotaan lainnya merupakan tantangan yang harus segera kami jawab dalam kurung waktu singkat mengingat Pekan Olahraga Nasional (PON) 20 Tahun 2020 sudah didepan mata.

Masyarakat mengharapkan adanya terbosan,gebrakan & inovasi yang kami lakukan di Namblong terjadi di Kota Sentani kami cuma minta pada Tuhan Hikmat & Kebijaksanaan agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan baik. Kiranya bermanfaat buat kita semua. Amien… ( Disadur ulang dari laman facebok : Budi Prodjonegoro Yokhu)

#MohonDukunganDoa
#TerimaKasihBupatiJayapura
#TerimaKasihMasyarakatNamblong
#TerimaKasihSeluruhStafNamblong