KAPP Dorong Pengusaha Asli Papua Tak Jual Proyek

0
210
Ketua Umum KAPP Pusat, Merry C. Yoweni, saat diwawancara. (Istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Pusat mendorong pengusaha asli bumi cenderawasih agar tak menjual proyek, tetapi melaksanakan kepercayaan pemerintah daerah  tersebut, demi kemajuan ekonomi dirinya sendiri.

Hal itu disampaikan Ketua Umum KAPP Pusat, Merry C. Yoweni saat dijumpai wartawan di Jayapura, belum lama ini.

Menurut dia, KAPP dalam program kerja tahun ini, ingin mencetak lebih banyak masyarakat asli bumi Cenderawasih, agar mampu menjadi pengusaha yang mandiri serta ikut membangun ekonomi daerah.

Sebab semangat itu sejalan dengan program pemerintah provinsi, yang berkeinginan membangun Papua menjadi lebih mandiri dengan masyarakat yang sejahtera didalamnya.

“Sebab sudah menjadi keinginan banyak sekali anak muda Papua untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk itu, KAPP melalui program kerja pemberian kredit usaha, diharapkan bisa memotivasi para anak muda Papua agar mampu mandiri dalam berusaha,” kata Merry.

Dikatakan, KAPP juga berkeinginan mendorong pengusaha asli Papua agar mandiri serta mampu menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lainnya. Sebab dinilainya, pengusaha asli Papua sebenarnya mampu bersaing dalam semua bidang usaha. Namun persoalan mental menjadi hal yang perlu dibenahi, agar mampu mengelola keuangan dengan maksimal.

“Sehingga ini akan menjadi fokus kita kedepan, supaya pegusaha asli Papua mampu meningkatkan usahanya serta bersaing dengan saudara-saudara dari daerah lain,” terangnya.

Merry juga menyebut, pihaknya kedepan akan mendorong semua pengusaha asli Papua agar tak lagi meminjam perusahaan. Sehingga dapat mandiri dan menjadi pengusaha sukses yang tak bergantung kepada pihak lain.

Sebab selama ini, menurut pengamatannya pengusaha asli Papua dengan modal seadanya, kerap meminjam perusahaan untuk mengikuti tender maupun lelang proyek di instansi-instansi pemerintahan.

Hingga pada akhirnya, saat menjalankan kegiatan bisnisnya, pengusaha asli Papua kerap mendapatkan untung yang relatif kecil dan terkesan tak mengalami pertumbuhan dalam usaha yang dijalankannya.

“Dari pengamatan kami memang para pengusaha ini tidak mendapatkan hasil maksimal dengan meminjam perusahaan dari pihak lain. Ibarat hanya mendapat tulang saja ketimbang dagingnya”.

“Makanya, kami dari organisasi KAPP terus berupaya memberikan satu terobosan dan kebijakan yang dapat membantu para pengusaha asli Papua,” ungkapnya. (Berti Pahabol / SE / LintasPapua.com)