Tanggapan Kabandara Sentani Atas Viral Video Penumpang Keluhkan Ketersediaan Troli

0
597
Kepala Bandar Udara (Kabandara) Sentani, A. Widyo Praptono. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Penumpang pesawat yang baru tiba di Bandar Udara (Bandara) Sentani mengeluhkan ketersediaan troli barang terutama di terminal kedatangan Bandara Sentani.

Keluhan seorang penumpang pesawat inipun lantas dia viralkan di salah satu grup media sosial (Medsos) dalam hal ini Facebook (fb) yang dikomentari ratusan orang dalam sebuah grup medsos  tersebut.

 

Kesibukan Penerbangan di Bandara Sentani (Foto Facebook Hairil)

Menanggapi keluhan penumpang pesawat yang viral itu, pihak manajemen Bandara Sentani pun sangat welcome menerima kedatangan wartawan, guna mengkonfirmasi keluhan tersebut.

 

Manajemen Bandara Sentani mengatakan, pihaknya akan menambah sebanyak 100 troli untuk memudahkan para penumpang yang datang dan pergi mengangkut barang bawaannya. Selain itu untuk upaya peningkatan pelayanan kepada para penumpang di bandara tersebut.

 

“Memang saat ini masih belum mencukupi, yang pertama karena banyak (troli) yang rusak dan dalam perbaikan, sedangkan kedua adalah saat ini kita sudah membelinya dan tinggal menunggu datangnya saja yakni, sebanyak 100 unit troli,” ujar Kepala Bandara Sentani, Antonius Widyo Praptono, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (5/10/2018) sore.

 

“Kalau tambah lagi 100 unit troli itu, saya kira sudah cukup. Berarti nanti di tambah dengan troli rusak yang sedang kita perbaiki itu sebagai cadangan. Memang kalau barang seperti troli itukan di pakai terus setiap saat, mungkin ada cara pakai nya juga yang belum bisa dan terus jatuh. Sehingga banyak yang mengalami kerusakan. Pokoknya kita adakan tahun ini sebanyak 100 troli, tinggal tunggu barangnya datang saja,” sambung Kabandara Antonius Widyo.

Bandara Internasional Sentani. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

Menurut dia, awalnya di bandara tersebut terdapat sebanyak 200 unit troli, tetapi karena ada troli yang mengalami kerusakan dan dalam perbaikan, sehingga sekarang ini jumlah troli yang tersedia di bandara tersebut kurang lebih sekitar 100 unit troli.

 

Namun Antonius Widyo menyebutkan, dengan adanya peak time (waktu puncak) di pagi hari itu, jika dibandingkan dengan jumlah troli yang ada saat ini masih dianggap kurang. Apalagi kalau kedatangannya dalam waktu yang bersamaan di pagi hari itu tidak bisa bisa memenuhi kebutuhan penumpang akan pengunaan troli.

 

“Tentunya kita memang butuh sekitar 200 hingga 300 troli. Makanya secara bertahap tahun ini kita adakan sambil menunggu yang perbaikan. Jadi, di akhir tahun ini saya pikir sudah bisa mencukupi sekitar 300 troli,” sebutnya.

 

Antonius Widyo juga menjelaskan, dengan adanya penambahan troli tersebut bisa memenuhi kebutuhan penumpang berdasarkan perkiraan penggunaan.

 

“Jadi, kita sudah arahkan agar porter tidak boleh memaksakan kehendaknya untuk penumpang pesawat itu harus menggunakan jasa porter tersebut. Inikan pilihan, mungkin bagi yang mampu bawa sendiri barangnya dipersilahkan dan kita persiapkan trolinya. Bagi yang tidak mampu mengangkat barang bawannya, maka ada jasa porter yang bisa digunakan. Tapi, sifatnya tidak memaksa dan selalu kita arahkan agar para porter tidak boleh memaksa penumpang,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here