Hancurkan 251 Bata Hebel, Anggota Yonif RK 751/VJS Pecahkan Rekor Muri dan Leprid

0
615
Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73, Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus (RK) 751/VJS membentangkan bendera merah putih raksasa di Gunung Cycloop. Bendera berukuran 120 x 80 meter tersebut dibentangkan tepat di Bukit Rindam XVII/Cenderawasih, Ifar Gunung, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (10/8/2018) pagi. (Irfan / HPP)

 

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Memecahkan 251 buah bata hebel dari ketinggian menara 25 meter dengan satu kali pukulan bukan perkara mudah. Selain butuh keahlian tinggi aksi ini juga membutuhkan ketepatan dalam menempatkan posisi tangan pada titik pemecahan batu hebel.

Aksi ini juga butuh kecepatan gerakan dalam pemecahan serta pengaturan pernafasan untuk memusatkan konsentrasi tenaga pada tangan. Namun hal itu bisa dilakukan salah seorang Anggota Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus (RK) 751/VJS Kodam XVII/Cenderawasih, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Haji Serka Heri Purnomo.

Prajurit kelahiran tahun 1975 ini pada puncak perayaan HUT TNI ke-73 tahun 2018 pada Jumat (5/10/218) berhasil memecahkan rekor dunia Museum Rekor Indonesia (Muri) dan rekor Leprid (Lembaga Prestasi Indonesia Dunia) setelah memecahkan 251 bata hebel dari ketinggian menara 25, di Bandara Mopah Merauke, Provinsi Papua.

“Ini merupakan kesempatan kedua yang berhasil saya lakukan. Sebelumnya saya berhasil memecahkan sebanyak 201 bata pada HUT TNI ke-71 di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura. Dimana, keberhasilan yang saya dapat berkat latihan pernapasan yang terus menerus saya lakukan yang saya pelajari dari perguruan Merpati Putih,” sebut Haji Serka Heri Purnomo dalam rilis dari Humas Yonif RK 751/VJS yang dikirim ke wartawan harian ini via pesan WhatsApp (WA), Minggu (7/10/2018) malam.

“Kesiapannya, selalu berlatih tidak mengenal lelah. Ilmu yang kami pakai adalah Merpati Putih dengan cara pengolahan nafas murni. Dalam sehari dilakukan tiga kali yakni, pagi, sore dan malam hari,” tambah Haji Serka Heri Purnomo.

Dirinya mengatakan, dengan latihan yang dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan kekuatan dalam diri seseorang. Tidak ada kekuatan lain selain kekuatan tenaga alam murni yang dikaruniakan oleh Allah sendiri melalui teknik pernapasan. Sehingga menghasilkan grafitasi kekuatan di tangan dan bisa memecahkan suatu benda.

 

Dua kali keberhasilannya dalam memecahkan rekor LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia Dunia) dan rekor muri tersebut tidak membuat dirinya sombong.

Pria yang kini berumur 43 tahun itu mengajak seluruh prajurit TNI untuk lebih profesionalisme dalam menjalankan tugas.

 

Menurut Serka Heri Purnomo, dalam penyaluran ilmu bela diri jangan ada kesombongan di dalam hati. Kalau ada faktor kesombongan dipastikan orang tersebut gagal.

“Jika kita mau menampilkan terbaik untuk Negara dan bangsa didasarkan dengan ikhlas, maka akan berjalan dengan lancar. Maka itu mari kita tingkatkan prestasi tuk membangun Negeri tercinta,” ajaknya.

Sementara itu, Paulus Pangka, S.H., selaku K

etua Umum dan Pendiri LEPRID menyampaikan, ada dua rekor LEPRID yang berhasil di pecahkan pada HUT TNI ke-73.

Pertama rekor pemecahan benda-benda keras oleh 335 Peserta Bela Diri Militer dan kedua Rekor Pemecahan Bata Hebel Terbanyak 251 buah dengan satu kali pukulan oleh Haji Serka Heri Purnomo.

 

Lanjut kata Paulus Pangka, bahwa kedua rekor ini diinisiator oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George E. Supit, S.Sos.

Pemecahan kedua rekor tersebut, di atas menjadi inspirasi yang membanggakan dan mengagumkan dunia dari Indonesia.

 

“Juga menjadi inspirasi guna memotivasi generasi muda Indonesia untuk senantiasa berprestasi cemerlang pada bidangnya masing – masing. Semoga dengan kado apresiasi LEPRID untuk HUT TNI yang ke-73 ini menjadikan TNI lebih profesional untuk rakyat dan NKRI tercinta,” tandasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here