Menteri Pertanian  Salurkan Bantuan Senilai Rp 25 Miliar untuk Korban Bencana Palu –  Sigi – Donggala

116
Mentan Andi Amran Sulaiman Kunjungi Korban Gempa di Rumah Sakit. (ISTIMEWA)

MAKASSAR (LINTAS PAPUA) –  Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, berhasil menggalang sumbangan senilqi Rp25 milyar untuk disalurkan ke korban gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu, Sigi, dan Donggala.

Penggalangan dana dilakukan melalui Gerakan Seratus Ribu Kementerian Pertanian (Gesbuk), sumbangan dari stakeholder pertanian seperti kelompok tani, perusahaan dan asosiasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta masyarakat seperti Sahabat Rakyat Indonesia.

 

“Kami turut berduka atas korban bencana di Sulawesi Tengah. Ini adalah momentum untuk kita bersatu meringankan beban saudara-saudara kita,” kata Amran saat melepas 500 truk yang memuat bantuan kebutuhan pokokdi Lapangan Hasanudin Makassar, Kamis (4/10/2018).

 

“Kita harus membantu apa saja terutama perlengkapan tinggal dan bahan makanan seperti minyak goreng, ayam, telur, beras, tenda, hingga selimut, yang intinya bisa bermanfaat untuk membantu perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari,” sambungnya.

 

Langkah pemberian bantuan berupa sandang dan pangan tersebut dilakukan Amran atas perintah Presiden Joko Widodo yang sudah dua kali berkunjung langsung pasca bencana. Sedikitnya saat ini terdata lebih dari 1.500 korban jiwa dalam bencana gempa sebesar 7,7 SR yang terjadi pada 28 September 2018 itu.

 

“Ini atas arahan Presiden RI Bapak Jokowi agar para Menteri segera turun membantu korban gempa sesuai bidang masing-masing,” ujar Amran.

 

Setidaknya ada empat arahan yang menjadi fokus penyampaian Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas mengenai penanganan dampak bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah, yakni : penambahan personel untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban, penambahan titik pelayanan medis bagi para korban yang saat ini dirasa masih sangat kurang, mempercepat distribusi kebutuhan dasar dan logistik pengungsi terutama fasilitas air bersih dan MCK, serta perbaikan infrastruktur, layanan umum dan fasilitas vital untuk mempermudah penyaluran bantuan dan evakuasi korban.

 

Selain bantuan bahan pangan bagi pengungsi, Kementan juga sudah menyiapkan langkah rehabiltasi lahan pertanian yang terkena dampak bencana. “Saat ini, tim khusus sudah diturunkan untuk menghitung luas lahan pertanian di Sulawesi Tengah yang rusak akibat gempa dan tunami, untuk kemudian dilakukan rehabilitasi,” kata Amran.

 

Sebelumnya, Kementan berpengalaman dalam menggalang dana Rp19 milyar dari sejumlah pengangku kepentingan bidang pertanian untuk membantu korban bencana di Nusa Tenggara Barat (NTB). Rehabilitasi oleh Kementan difokuskan pada pemulihan sektor peternakan dengan pengidentifikasian terhadap ternak sapi/kerbau, pemberian pakan, vaksin dan obat-obatan hewan.

 

Pada hari yang sama, Amran bersama Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo, dan Private Center di Tamalanrea, Makassar yang menjadi salah satu tempat evakuasi dan pengobatan korban tsunami dan gempa di Sulteng. Di dua rumah sakit tersebut sebanyak 180 warga pengungsi pasien bencana Sulteng yang ditangani.

 

“Mereka tidak perlu siapkan biaya, semua kita pemerintah yang menanggung semua. Bisa dicek, tidak ada kita bebankan, justru kita kasi bekal,” kata Nurdin Abdullah yang mengaku sudah menyiapkan 12 rumah sakit yang disiapkan untuk pasien pengungsi dari Sulteng.

 

Dalam acara tersebut, sejumlah tokoh penting ikut hadir diantaranya Staf Ahli Presiden Ali Mochtar Ngabalin, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, dan juga Anggota DPR RI Aliyah Mustika Ilham. ( Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian )