Investasi di Papua Diharapkan  Bangun Jiwa Interpreunership Kepada Masyarakat

190
Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Papua Dr. Ir. Noak Kapisa, M.Sc, didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura Dr. Timothius J. Demetouw, M.Si, Direktur Wilayah IV Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Djliteng Pamungkas, Kepala DPMPTSP Provinsi Papua Jhon Way dan Kepala DPMPTSP Kabupaten Jayapura, Henock Puraro serta pejabat lainnya ketika memukul Tifa bersama sebagai tanda secara resmi membuka kegiatan Dialog Investasi dan Temu Usaha Sektor Terpadu, di Hotel Grand Allison Sentani. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Keberadaan investasi di Tanah Papua disamping dapat memberikan keuntungan bagi investor, juga diharapkan dapat terjadi transformasi teknologi dan kemampuan manajerial yang dapat membangun jiwa interpreneurship kepada masyarakat.

 

Demikian disampaikan Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, M.H, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Papua Dr. Ir. Noak Kapisa, M.Sc, pada pembukaan Dialog Investasi dan Temu Usaha Sektor Terpadu, yang berlangsung di Ballroom Cenderawasih, Hotel Grand Allison, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (4/10/2018) pagi.

 

“Sehingga pada saat dan dalam waktu tertentu masyarakat adat Papua dapat mengelola tanah, hutan dan seluruh kekayaan alam lainnya secara mandiri yang mampu menghidupi dirinya dan keluargaya serta masyarakat sekitarnya atau yang sering dikatakan menjadi Tuan di negerinya sendiri,” ujarnya.

 

Lukas Enembe menuturkan, tantangan yang dihadapi bersama di Provinsi Papua ini tidaklah ringan, namun dengan sumberdaya alam yang melimpah, dirinya sangat optimis bahwa di tanah Papua ini dapat memberikan kesempatan dan juga peluang besar bagi seluruh pelaku usaha atau investor.

 

“Pemerintah Provinsi Papua akan terus menerus melakukan pembenahan birokrasi untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi penanaman modal dalam negeri maupun asing untuk berinvestasi di Provinsi Papua,” tuturnya.

 

Kepada DPMPTSP Provinsi Papua agar melakukan koordinasi secara intensif dengan OPD terkait lainnya di lingkungan Pemprov Papua dalam rangka pelaksanaan PTSP tersebut. Izin-izin yang kewenangannya masih di tangani oleh pemerintah pusat agar ditempuh langkah-langkah yang perlu, misalnya melakukan pendekatan intensif dengan pemerintah pusat.

 

“Sehingga beberapa kewenangan sektor yang masih berada di Kementerian dapat didelegasikan kepada Gubernur selaku Wakil Pemerintah Pusat di daerah. Sebagai langkah konkrit mendukung investasi, saya sebagai Gubernur telah mengeluarkan Pergub Papua Nomor 82 tahun 2015 dengan perintah ijin harus satu pintu, dengan Pergub itu dapat mmeudahkan perusahaan mempermudah waktu, biaya dan tenaga agar proses izin cepat dilayani,” paparnya.

 

Untuk itu, dirinya mengatakan, bahwa dialog ini sangat starategis dalam rangka membangun komitmen bersama dan mencari solusi dari berbagai permasalahan yang ada guna menghasilkan keputusan-keputusan untuk segera di tindaklanjuti oleh semua stockholder yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam meningkatkan kegiatan investasi di Provinsi Papua.

 

Disampaikan juga bahwa, Provinsi Papua saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi momen yang sangat besar yang dipercayakan oleh Pemerintah Pusat yaitu, sebagai Tuan Rumah PON XX Tahun 2020.

 

“Untuk itu, saya mengimbau kepada semua investor yang sudah beroperasi di Tanah Papua agar dapat mendukung penyelenggaraan PON yang dimaksud itu, apakah membantu Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang sebagai tuan rumah akan pelaksanaan setiap cabang olahraga (Cabor),” imbuhnya.

 

Kegiatan Dialog Investasi dan Temu Usaha Sektor Terpadu yang diikuti sebanyak 250 investor se-Papua ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun komitmen bersama dan mencari solusi permasalahan investasi serta meningkatkan kegiatan investasi di Provinsi Papua.

 

Dialog Investasi dan Temu Usaha Sektor Terpadu se-Provinsi Papua yang diselenggarakan oleh DPMPTSP Provinsi Papua ini dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Papua, Dr. Ir. Noak Kapisa, M.Sc, mewakili Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.IP, M.H.

 

Hadir pula dalam kegiatan ini, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura Dr. Timothius J. Demetouw, M.Si, Direktur Wilayah IV Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Djliteng Pamungkas, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Agus Wahyudi, MS Kepala DPMPTSP Provinsi Papua Jhon Way, Kepala DPMPTSP Kabupaten Jayapura Henock Puraro dan Kepala BPPKLN Suzanna Wanggai.

 

Serta dihadiri para Kepala OPD Provinsi Papua, para Kepala DPMPTSP Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua, unsur Forkompimda Provinsi Papua, Forkompimda Kabupaten Jayapura, para peserta dan tamu undangan lainnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)