GPdI Mampu Jaga Eksistensinya, GPdI di Tanah Papua Sambut HUT Yubelium ke – 70 Tahun

0
65
Ketua Umum Majelis Daerah GPdI di Tanah Papua, Pdt. Timotius Dawir, S.Th, M.Th, menandaskan, personalia majelis daerah, para gembala, para mejlis wilayah harus diperbaharui hidupnya, dengan cara kekuatan doanya ditingkatkan, kekuatan baca Alkitab dan kekuatan puasanya terus ditingkat kualitasnya, dan hidup dalam kesucian. Tampak Unsur Pimpinan GPdI di Tanah Papua saat foto bersama Menteri Agama, Lukman Hakim, di aula Uncen Abepura. (Foto George Christian Facebook)

Penyerahan Bingkisan Cinderamata kepada Menteri Agama oleh Wakil Ketua Majelis Daerah GPdI di Tanah Papua, Pdt. Boy Markus Dawir dan  (Foto kedua) saat masih berada di Kantor Gubernur Papua bersama warga jemaat GPdI merayakan longmarch dengan panji – panji kebesaran surgawi yang dibawa umat Tuhan. (ISTIMEWA / Foto George Christian Facebook)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim, mengatakan, merasa bersyukur karena dirinya mewakili Pemerintah Pusat untuk menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Tanah Papua ke-70 Tahun.

“Di Usia ke 70 Tahun di Tanah Papua, GPdI mampu menjaga eksistensinya bahkan mampu mengembangkan dirinya,” ungkapnya kepada wartawan usai menghadiri peringatan HUT GPdI ke-70 Tahun di Auditorium Uncen Jayapura Kampus Abepura, Minggu, (30/9).

Tentunya Menag berharap agar kualitas pelayanan GPdI kepada umat Tuhan, semakin berkualitas, yang pada akhirnya bangsa Indonesia tetap menjaga jati dirinya sebagai bangsa yang sangat religius yang senantiasa memegang nilai-nilai agama dalam menjalani kehidupan kesehariannya.

Suasana HUT GPdI di Aula Uncen Abepura, begitu meriah dirayakan dengan penuh ucapan syukur. (Foto George Christian Facebook)

 

Kehadiran dirinya di HUT GPdi ini, juga sekaligus untuk menyampaikan apresiasi dirinya dan pemerintah kepada seluruh tokoh-tokoh agama di Papua yang tentu telah ikut memberikan yang terbaik dalam turut menjaga kerukunan antar umat beragama di Tanah Papua ini, sehingga kedamaian dan upaya saling menebarkan kasih sayang terhadap sesama masyarakat Papua secara keseluruhan.

“Kalau ada kasus-kasus kecil itu sifatnya akuistik, tapi secara keseluruhan masyarakat Papua itu sangat bertoleran, dan memahami betul ikatan persaudaraan kita,” imbuhnya.

 

Disinggung soal tiga gereja di Jambi yang dipalang oleh sekolompok orang dan pemerintah setempat, kata Menag Lukman Hakim bahwa mudah-mudahan ada kesepahaman bersama antara Pemerintah Kota Jambi, tokoh-tokoh agama untuk mencari titik temu terhadap apa yang terbaik dalam mengatasi persoalan ini.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, persoalan ini sudah bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Majelis Daerah GPdI di Tanah Papua, Pdt. Timotius Dawir, S.Th, M.Th, menandaskan, personalia majelis daerah, para gembala, para mejlis wilayah harus diperbaharui hidupnya, dengan cara kekuatan doanya ditingkatkan, kekuatan baca Alkitab dan kekuatan puasanya terus ditingkat kualitasnya, dan hidup dalam kesucian.

Menteri Agama saat diwawancara dan Suasana HUT GPdI di Aula Uncen Abepura, begitu meriah dirayakan dengan penuh ucapan syukur. (Foto George Christian Facebook)

“Empat pilar kekuatan itulah mutunya harus semakin berkualitas, supaya umat itu semakin di dewasakan, integritas karakter imannya juga semakin berkualitas pula,” terangnya.

Disampaikannya, target kedepannya pada Tahun 2022 telah berdiri 1000 jemat di Tanah Papua, sebab itu dari sisi sumber daya manusia (SDM), GPdI sedang menyekolahkan 100 orang baik strata satu dan strata dua.

“Kami berjuang dari sisi SDM, sehingga pelayanan GPdI semakin luar biasa, dan kita mampu berdampingan dengan pemerintah untuk melayani umat,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT GPdI ke-70 Tahun di Tanah Papua, yang juga selaku Wakil Ketua Majelis Daerah GPdI di Tanah Papua, Pdt. Boy Markus Dawir, secara singkat mengharapkan agar Pemerintah Pusat melalui Kementrian Agama RI kedepannya dapat memberdayakan kehidupan berjemaat dan iman warga GPdI di Tanah Papua.

Sebab dengan iman yang semakin berkualitas, akan melahirkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang saling mengasihi satu sama lainnya. (Fransisca / LintasPapua.com )