Terkait Asrama Mahasiswi Paniai, Anggota DPR Papua Sesalkan Isu Penggelapan Uang  Rakyat

0
62
Anggota DPR Papua,  Nasson Utti , saat memberikan keteraNgan. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Anggota DPR Papua,  Nasson Utti mengatakan, bahwa dirinya  tidak mempunyai masalah dengan siapa pun terkait informasi yang beredar di salah satu media online yang mengatakan bahwa dirinya telah menggunakan anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai untuk biaya kontrak asrama mahasiswi asal Paniai.

 

Lebih lanjut dirinya menambahkan,  bahwa siapapun yang mempunyai masalah prbadi dengan dirinya  jangan dikaitkkan dengan isu-isu yang tidak benar.

“Karena saya ini  seorang publik figur dan tidak mempunyai masalah dengan siapapun, masalah di kampung  jangan di bawah di ke kota, sehingga kita harus cerdas dalam melihat segala masalah yang terjadi,” katanya.

 

Disampaikan, bahwa  terkait isu yang mengatakan bahwa dirinya telah menggunakan dana yang di berikan oleh Pemerintah Pabupaten Paniai untuk membiayai asrama putri  asal Paniai itu tidak benar.

“Karena kami ini mewakili rakyat kecil yang berjuang untuk kepentingan masyarakat yang ada di kampung-kampung, sehingga siapa pun yang menyebarkan isu-isu yang tidak benar harus bertanggung jawab dengan informasi yang di sebarkan,” tegasnya.

Lebih lanjut Nasson Menambahkan,  Dirinya Merasa kecewa dengan Media Online Yang Memberitakan Informasi tersebut Tanpa Berkoordinasi Dengan Dirinya Atau Klarifikasi Terkait Kebenaran Informasi Tersebut.

 

Nason berharap,  agar media di manapun lebih khusus di Papua,  harus memegang teguh kode etik Jurnalis dalam memberikan informasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat menerima dengan baik, jangan hanya mendengar sebelah pihak dan tanpa berkoordinasi.

 

Sebelumnya dari informasi yang dihimpun, menyebutkan Sudah dua periode pemerintahan Kabupaten Paniai berlalu, nasib mahasiswi (putri) di kota study Jayapura, Papua, jadi terlantar. Bagaimana tidak, asrama putri milik Pemda yang berlokasi di Abepura itu ditempati oleh mahasiswa beragama Kingmi.

 

Dalam suatu pertemuan pertemuan tahun 2011 dengan Pemkab sejak Bupati Naftali Yogi dan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Edie Tasak. Pihak  Dinsos menjanjikan dua bulan ke depan akan merenovasi dan melengkapi kekurangan asrama Kingmi Kerith yang berlokasi di Kampkei.

 

Sementara itu, Tina Gobai, mahasiswi UOG kepada , Selasa, (2/10/2018) mengatakan, para mahasiswi Paniai yang ada di kota Jayapura memohon kepada Pemda Paniai tuntaskan masalah tersebut.

 

“Dari pengalaman sebelumnya mahasiswa Paniai selalu terlantar di kos-kosan sehingga kebanyakan mereka selalu tidak kuliah dengan baik,” ujar Tina Gobai, kepada www.wagadei.com , , Selasa, 2 Oktober 2018 lalu.

 

“Yang bikin molor waktu itu pihak gereja Kingmi atau dari pihak pemerintah itu kami juga tidak tahu. Setahu kami, asrama milik Kertih itu ada di Kamkei tapi mereka tidak pindah,” ujarnya.

 

Ia mengungkapkan, pemerintah juga jangan tutup mata dalam hal pendidikan, etapi harus jeli melihat asrama-asrama dan kontrakan-kontrakan yang ada di berbagai kota studi yang ada di Indonesia lebih khususnya di kota studi Jayapura yang mahasiswanya mencapai ratusan orang ini.

 

Lebih lanjut dari kutipan media www.wagadei.com   menyebutkan, Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Paniai (FKM-KP) Se-Jayapura, Yosafat Muyapa mengatakan, pihaknya mengapresiasi Pemkab Paniai yang telah membangun asrama putra (permanen) dan putri (semi permanen) di Jayapura sejak tahun 2007.

 

Dikatakan, pihaknya telah mengetahui bahwa perbaikan (ganti rugi) asrama Kerith di Kamkei tersebut pihak Pemda telah memberikan dana Rp. 1 Miliar kepada oknum tertentu, namun hingga saat belum ini terealisasi.

 

“Yang menjadi pertanyaan buat kami adalah mahasiswi (putri) Paniai di kota studi Jayapura belum masuk di asrama putri yang pemkab Paniai bangun di jantung Kota Abepura, persis depan Hotel 777 hingga detik ini kenapa?. Mengapa belum dihuni para putri Paniai. Jadi asrama itu sementara dihuni oleh teman-teman (Kingmi) Kerith,” katanya. (EJ/Wagadei)