SIGA BKKBN Siap Diterapkan di 17 Kabupaten/Kota di  Papua 

0
76
Aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA) disampaikan Mentor Informasi Teknologi (IT) dan aplikasi BKKBN RI, kepada 34 orang dari 17 Kabupaten dan 1 kota perwakilan dinas BKKBN wilayah Papua, guna mengumpulkan data lengkap Kependudukan, bertempat di @Hom Premiere Hotel Jayapura, Rabu (3/10/2018). Tampak saat foto bersama dengan Kepala BKKBN Papua, Charles Brabar (baju putih posisi ditengah) usai kegiatan. (Fransisca / LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – BKKBN Provinsi Papua mengadakan peningkatan kompetensi teknik pengelolaan data dan informasi tingkat provinsi, dalam rangka sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA).

 

Hal ini sampaikan langsung Oleh Mentor Informasi Teknologi (IT) dan aplikasi BKKBN RI kepada 34 orang dari 17 Kabupaten dan 1 kota perwakilan dinas BKKBN wilayah Papua,  guna mengumpulkan data lengkap Kependudukan, bertempat di @Hom Premiere Hotel Jayapura, Rabu (3/10/2018).

 

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Charles Brabar, SE, M.Si., menjelaskan, bahwa  fungsi SIGA adalah teknologi yang akan membantu sistem pelaporan dinas BKKBN, di Kabupaten dan Kota Jayapura.

“Aplikasi SIGA akan membantu menangani laporan sistem teknologi, membenahi sistem pelaporan setiap tahun di BKKBN Kabupaten dan kota, menguasai pelaporan bisa kita upayakan bulan depan langsung orientasikan peserta melalui online dan di dukung akses internet. ini merupakan satu era yang harus kita dukung, kalau tidak pernah ada hal seperti ini kapan kita bisa mengetahui perubahan dalam pembangunan,”ujar Charles Brabar, dalam sambutannya.

Sementara itu,  Kepala Bidang prngendalian penduduk Kabupaten kepulauan Yapen, Rabunawati, mengatakan, bahwa  dirinya sebagai peserta mengikuti program ini sangat baik bagi BKKBN Kabupaten untuk diterapkan walaupun Ada kendala.

 

“Untuk kami kendalanya adalah dana dari pemerintah daerah dalam realisasi pengumpulan data, karena jarak untuk menyampaikan informasi ini antar pulau ke pulau, jaringan internet di beberapa wilayah mengalami ganguan, tapi menurut saya program SIGA membantu dalam evaluasi kami di daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengembangan sistem pencatatan dan pelaporan, Direktorat pelaporan dan statistik BKKBN Pusat, Rezky Murwanto S.Kom, Mph., selaku  Mentor dari BKKBN RI menyampaikan penerapan SIGA merupakan sebuah sistem yang akan mendukung keputusan selanjutnya dilaksanakan sesuai NAWACITA.

 

“SIGA ini mendukung pembangunan dari pingiran atau NAWACITA President RI. Kita lihat kedepannya kondisi di daerah Papua secara langsung, agar kondisi Data ini berkembang, lebih baik dari data yang kita terima.program ini juga mengevaluiasi, bila ada kendala kami akan carikan solusinya,” pungkasnya. (Fransisca / lintaspapua.com )