Bupati Mathius Awoitauw  Ajak Seluruh Elemen Masyarakat  Pertahankan Pancasila

0
27
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si, saat jadi Inspektur Upacara pada Hari Kesaktian Pancasila di Sentani, Senin (1/10/2018) pagi sekitar pukul 09.00 WIT. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (1/10/2018) pagi sekitar pukul 09.00 WIT.

 

Selain Bupati Mathius, upacara Hari Kesaktian Pancasila juga dihadiri oleh Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro, Sekda Kabupaten Jayapura Drs. Yerry F. Dien, M.Si, unsur Forkompimda serta jajaran ASN di lingkungan Pemkab Jayapura.

 

Dengan peringatan hari Kesaktian Pancasila ini, Bupati Mathius mengatakan, untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar Negara yang bisa di jadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

“Kita harus akui dengan ideologi Pancasila ini, bangsa dan negara Indonesia ini terus bertahan sampai hari ini dan itu fakta. Kalau bangsa ini (mau) tetap utuh, satu-satunya jalan itu adalah Pancasila ini harus dijaga dengan pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945,” kata Bupati Mathius.

 

“Karena itulah yang membuat banyak keputusan-keputusan penting didalam bangsa ini, dan dalam perjalanannya dari waktu ke waktu itu yang menjadi inspirasi semuanya, sehingga Negara Indonesia ini bisa utuh. Meskipun dalam perjalanannya terjadi banyak tantangan dan banyak gerakan-gerakan, yang ingin menggantikan Pancasila,” sambungnya.

 

Kalau ideologi Pancasila sebagai dasar Negara itu diganti, kata Bupati Mathius, maka pertanyaannya adalah bangsa Indonesia ini tidak akan utuh juga, karena akan muncul banyak pilihan-pilihan.

 

“Oleh karena itu, jikalau Pancasila ini menjadi konsensus bersama oleh para pendiri bangsa sampai saat ini, apalagi sekarang yang kita peringati hari Pancasila ini dengan ikrar yang tadi (kemarin) sudah dibacakan. Ini harus menjadi benar-benar ikrar. Jadi, semua elemen masyarakat harus kreatif dan harus berjuang untuk mempertahankan Pancasila itu,” ujarnya.

 

Ditambahkan mantan Ketua KPU Kabupaten Jayapura dua periode ini pula, pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini kedepan harus dirubah dengan tidak mesti seperti cara-cara seremonial biasa begini.

 

“Jadi sehubungan dengan pelaksanaan upacara hari Kesaktian Pancasila ini kedepan, saya pikir upacara kedepan ini kita harus rubah dengan cara tidak harus biasa-biasa begini namun harus dalam konteks Papua. Jadi upacara ini bisa dengan orang datang menggunakan berbagai busana dan tampilkan berbagai penampilan,” ujar.

 

“Hal itu menandakan terhadap Pancasila seperti keanekargaman dan kearifan lokal, yang tidak seperti kita-kita terus. Kalau kita ajak beda yakni, ada penampilan-penampilan lain, juga ada ekspresi lain dari masyarakat mungkin dalam bentuk lagu atau dalam bentuk apapun itu. Tapi, kita tetap untuk menggugah masyarakat dan menjaga keberagaman serta kebersamaan kita,” tukas Mathius Awoitauw. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)