Budi Prodjonegoro Yokhu  : Pasar Rakyat Namblong Beroperasi Enam Hari 

95
Aktivitas Kadistrik Namblong saat berdialog dan foto bersama dengan masyarakat para pedagang. Perubahan jadwal operasi bagi Pasar Rakyat Namblong yang menjadi pemicu geliat ekonomi atau perputaran perekonomian bagi dataran Lembah Grime itu atas keputusan dari Kepala Distrik Namblong, Budi Prodjonegoro Yokhu, S.STP dengan menetapkan pasar rakyat tersebut dibuka setiap hari atau enam (6) hari dari jadwal operasi sebelumnya itu 3 hari. (ISTIMEWA/ Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Pengelolaan Pasar Rakyat Namblong yang berada di Kampung Karya Bumi, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura akan beroperasi setiap hari mulai dari hari Senin hingga Sabtu.

 

 

Perubahan jadwal operasi bagi Pasar Rakyat Namblong yang menjadi pemicu geliat ekonomi atau perputaran perekonomian bagi dataran Lembah Grime itu atas keputusan dari Kepala Distrik Namblong, Budi Prodjonegoro Yokhu, S.STP dengan menetapkan pasar rakyat tersebut dibuka setiap hari atau enam (6) hari dari jadwal operasi sebelumnya itu 3 hari.

 

Kadistrik Namblong, Budi Prodjonegoro Yokhu mengatakan, selama ini pasar rakyat ini hanya beroperasi tiga hari dalam sepekan.

 

 

“Awalnya setelah diresmikan, pasar rakyat ini kami beri izin beroperasi atau buka 3 hari dalam seminggu. Namun melihat perkembangan aktivitas pasar ini yang begitu pesat, maka kami memutuskan untuk pasar rakyat ini beroperasi atau dibuka enam (6) hari yakni, dari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu,” ungkap Budi P. Yokhu, S.STP dalam rilisnya yang dikirim ke Harian Pagi Papua via pesan WhatsApp (WA), Senin (01/10) kemarin.

 

 

Menurutnya, sejak dari dioperasikannya pasar rakyat tersebut, aktivitas perekonomian di Lembah Grime dengan memanfaatkan pasar rakyat meningkat. Sebab itu, pihaknya mempertimbangkan dan selanjutnya menetapkan pasar rakyat ini dapat beroperasi selama enam hari dari tiga hari sebelumnya.

 

Dikatakannya, penetapan enam hari pasar rakyat di buka diputuskan berdasarkan sejumlah pertimbangan. Selain itu, peningkatan hari pasar juga dilakukan oleh pihaknya berdasarkan kesepakatan bersama dengan para pedagang atau masyarakat yang berdagang di pasar itu.

 

 

Kadistrik Budi menuturkan, setelah pihaknya mengeluarkan kebijakan baru tentang pasar rakyat di buka setiap hari atau enam hari itu mendapat respon yang sangat luar biasa. Masyarakat menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Pemerintah Distrik yang terus memberikan perhatian kepada rakyat melalui sentuhan-sentuhan pembangunan.

 

 

“Hanya Hari Minggu saja pasar rakyat itu tidak dibuka. Kami berharap, enam hari sejak hari Senin sampai Sabtu dapat di manfaatkan oleh masyarakat di dataran Grime untuk berjualan hasil kebun. Supaya aktivitas jual beli di pasar ini selama enam hari dapat mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga,” tegasnya.

 

Budi Yokhu juga menjelaskan,  bahwa semenjak Pasar Rakyat Karya Bumi Distrik Namblon beroperasi, banyak petani, pedagang di sejumlah distrik di dataran Grime yang memanfaatkan untuk memperdagangkan hasil kebung dan hasil buruannya.

 

 

“Kami berharap pasar ini kedepan menjadi pasar tradisional yang mampu menggerakan, sekaligus menjalankan perputaran uang bagi masyarakat di Distrik Namblong, Distrik Kemtuk, Distrik Kemtuk Gresi, Distrik Nimboran, Distrik Nimbokrang dan Distrik Gresi Selatan,” harapnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)