Bank Indonesia dan BEKRAF Fasilitasi 50 Mama Papua Buat Noken

0
128

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi Papua bersama Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) memberikan pelatihan kepada 50 orang Mama Papua pengrajin tas Noken, BI memfasilitasi pembuatan Noken dengan alat pintal, selain Mama Papua diajak untuk melestarikan budaya dengan design karakter Papua. Selasa(2/10/2018), Aula gedung satu Bank Indonseia Papua, turut membuka kegiatan ini perwakilan Pemerintah Kota Jayapura.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Joko Supratikto, mengungkapkan pelatihan ini memperiapkan pengrajin untuk membuat souvenir berkualitas untuk PON 20 Tahun 2020.

“Kegiatan ini mendukung event besar kita PON 2020 di Papua, para pengrajin dapat menjual buatan tangannya sebagai souvenir kualitas tinggi, selain mengangkat derajat pengrajin Noken di Jayapura, tapi juga membantu memperbaiki perekonomian pengrajin. Kita memang mempunyai MOU bersama dengan BEKRAF untuk mendukung semua pengembangan skill ini,”  ungkapnya.

Pelaksana Sekda Kota Jayapura, Jainudin Konu, menyampaikan mendukung dan mengharapkan seluruh kegiatan ini berkelanjutan.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan skil para mama-mama untuk pembuatan Noken ini, untuk menangkap pasar di PON 20 Tahun 2020, kami mendukung terus kegiatan bermanfaat meningkatkan kearifan lokal khususnya di kota Jayapuraa,” katanya.

Designer Narasumber BEKRAF, Miriyam Veronica Ni Nyoman mengatakan, akan memberikan informasi pengunaan bahan alami, serat alami, dan pengunaan alat pintal.

“Kami memperkenalkan kembali kepada pengrajin untuk mengunakan pewarna alami, bahan baku serat dari alam Papua, kami juga memberikan alat pintal bagi pengrajin, dapat membuat Noken dalam waktu singkat berkualitas. Kami juga mengajak mama pengrajin untuk membuat model Noken lebih inovatif bisa di terima pasar,”  jelasnya.

Ketua kelompok Noken , Mama Mery Dogobia menyambut gembira pelatihan dan bantuan dari BI.

“Kami berterimaksih untuk Bank Indonesia karena membantu kami untuk mendesign Noken, memberikan alat pintal, harapan saya dengan pelatihan ini memudahkan kita produksi Noken,” tutupnya. (Fransisca / LintasPapua.com)