39.387  Anak Telah Terima Imunisasi MRP di Kab. Jayapura, Pertama di Papua Selesaikan Program Nasional

0
35
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si saat di wawancara dalam sesi jumpa pers terkai keberhasilan program Nasional Imunisasi MRP di Kabupaten Jayapura, di Halaman Puskesmas Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kamis (27/9/2018) kemarin siang. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Kabupaten Jayapura menjadi kabupaten pertama di Provinsi Papua yang telah mencapai pelaksanaan program nasional yaitu, imunisasi Measles Rubella dan Polio (MRP) bagi anak usia 9 bulan hingga 15 tahun dari target 33.121 anak yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan  (Kemenkes) Republik Indonesia (RI).

 

 

Pencapaian pelaksanaan MRP di Kabupaten Jayapura hingga 26 September 2018 mencapai 39.387 atau 118,92 persen atau sudah melampaui target yang ditetapkan sebanyak 33.121 anak.

 

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan.(http://infoimunisasi.com/uncategorized/cegahcampakrubella/)

“Kita di Kabupaten Jayapura jumlah anak yang terlayani dengan imunisasi MRP melebihi target yakni, dari 33.121 kita sudah melayani sampai 39.387. artinya 118,92 persen. Artinya, kita sudah capai dari 100 persen atau hampir 119 persen,” sebut Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si dalam keterangan kepada pers mengenai keberhasilan program nasional imunisasi MRP, di Halaman Puskesmas Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kamis (27/9/2018) kemarin pagi.

 

Menurut Bupati Mathius, pencapaian imuninasi measles, rubella dan polio ini telah sukses di Kabupaten Jayapura terjadi, akibat adanya kerja keras dan kerjasama semua pihak terutama para medis dalam mlelakukan pemberian imunisasi MRP kepada anak-anak di daerah yang dikenal dengan sebutan Bumi Khenambay Umbay ini.

 

Dikatakannya, kendati pencapaiannya telah mengalami over target. Tetapi, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura tidak berbangga, namun sebaliknya pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tekhnis dalam hal ini Dinas Kesehatan dapat meningkatkan pelayanan pemberian imunisasi rubella dan polio ini kepada anak-anak lain yang belum mendapatkan imunisasi MRP tersebut.

“Kegiatan imunisasi MRP ini menurut hemat saya selaku Bupati Jayapura adalah kegiatan yang sangat trategis, dimana imunisasi merupakan investasi jangka panjang kesehatan yang perlu di perjuangakan. Karena memilki dampak yang luar biasa dalam rangka menyehatkan dan juga mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam UUD 1945,” paparnya.

 

 

Lanjut dirinya menuturkan, secara teknis sudah tidak ada permasalahan. Tetapi, perlu diakui bahwa masih ada beberapa orang tua yang menolak untuk diberikan imunisasi. Karena masalah halal dan haram, tetapi berkat dukungan dari berbagai mitra, lembaga keagamaan dengan surat dukungannya maka semua tantangan bisa diatasi serta proses imunisasi measles rumbella dan polio di Kabupaten Jayapura ini dapat berjalan dengan baik.

Untuk itu, Bupati Mathius berharap, semoga selesai pelaksanaan imunisasi MRP, kedepan anak-anak di Kabupaten Jayapura bertambah sehat dan cerdas yang siap mengisi pembangunan di Bumi Khenambai Umbai Reai Mai khususnya dan Papua pada umumnya.

 

“Marilah semua kita merasa bertanggungjawab membangun kesehatan. Sebab, kesehatan merupakan kebutuhan yang wajib di dapat oleh masyarakat Kabupaten Jayapura. Dengan demikian, derajat kesehatan kian meningkat dan pembangunan daerah terus berjalan,” pinta Mathius Awoitauw diakhir keterangan persnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)