FPPI Papua dan Papua Barat Apresiasi Sambutan Presiden Jokowi

0
76
Presiden RI, Joko Widodo saat berpose bersama peserta KOWANI (ist)

JOGYAKARTA (LINTAS PAPUA) – Presiden Joko Widodo mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk menjadi Ibu Bangsa yang menjaga persatuan bangsa mengingat Indonesia adalah negara besar dengan kekayaan budaya bangsa yang beragam.

Kepala Negara menyampaikan ajakan itu saat memberikan sambutan pada peresmian pembukaan Sidang Umum ke-35 ICW (International Council of Women) dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Pendopo Balkondes, Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, Jumat (14/9/2018).

Peresmian pembukaan kedua acara yang berlangsung serentak itu ditandai dengan memukul lesung bersama-sama oleh Presiden Jokowi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PPPA Yohana Yembise, Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo, dan Presiden ICW Jungsook Kim.

“Sekali lagi negara kita adalah negara besar, kita diberi anugerah oleh Allah SWT beragam, berbedabeda, berwarna-warni, berbeda agama, berbeda ras, berbeda tradisi, berbeda suku, berbeda bahasa daerah,” kata Presiden.

Menurut Presiden, kekayaan Indonesia yang beragam perlu dijaga kesatuannya. Negara lain tidak ada yang memiliki kekayaan suku, bahasa dan budaya sebanyak yang dimiliki oleh Indonesia. Kekayaan yang dimiliki bangsa ini selain sunber daya alamnya adalah 714 suku bangsa, dan 1.100 bahasa daerah.

“Inilah negara kita Indonesia, dan aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan dan kerukunan. Ini aset terbesar bangsa Indonesia yang harus kita rawat bersama-sama, kita jaga bersama-sama kita pelihara bersama-sama,” kata Jokowi.

Rombongan Papua saat Foto Bersama Presiden Menghadiri Kongres (foto : Theo Samay)

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa sejumlah tokoh perempuan Indonesia terus mengharumkan nama bangsa baik melalui sektor olahraga, pasukan perdamaian, pendidikan, dan kinerja di pemerintahan. Ia secara khusus memuji kinerja perempuan Indonesia yang terus berkarya dan berprestasi mengharumkan nama bangsa.

“Artinya kita punya srikandi-srikandi yang akan terus berjuang untuk merah putih, untuk negara kita Indonesia,” katanya.

Sambutan dan pesan Presiden, diapreasi oleh Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) kabupaten Mamberamo Raya, Ibu Yostince Hamadi Dasinapa.

Menurutnya FPPI kabupaten Mamberamo Raya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena menjadi kebangkitan bagi perempuan Papua.

“Khusus untuk Mamberamo Raya, kami sangat apresiasi dan kami akan berusaha untuk memprogramkannya. Kami berterimakasih kepada pengurus provinsi Papua dan kami berharap dinas terkait dalam lingkungan pemerintah daerah Mamberamo Raya dan juga provinsi Papua dapat bersinergi untuk menjalankan beberapa program perempuan ini”, harapnya.

Hal senada juga disampaikan ketua DPD FPPI Provinsi Papua, Ibu Yosmina Wafom Walilo, yang juga selaku Ketua FPPI Provinsi Papua Barat sementara.

Selaku ketua Yosmina Wafom Walilo, melihat dan menilai prospek Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia dapat menjadi sarana yang memotivasi perempuan Papua untuk  bangkit dari keterpurukan.

“Kita bangkit untuk memajukan diri sendiri dari berbagai bidang, baik bidang kesehatan, pendidikan,organisasi dan politik perempuan sudah maju, tapi kadang kalah perempuan maju dangan kekuatan sendiri, tanpa di dukungan oleh siapapun, bahkan perempuan Papua yang berada di FPPI ini” paparnya tegas.

FPPI bergerak dalam berbagai bidang, yaitu bidang organisasi,bidang politik yang mana kami menghadirkan perempuan perempuan Papua bisa jadi mitra dengan pemerintah dan pemegang politik di daerah. Perempuan Papua bisa di kader kan dan mereka ini bisa dilibatkan dalam birokrasi,” ucapnya kepada wartawan.

Pada kesempatan ini, kami mohon siapapun Presiden RI yang terpilih untuk Indonesia, bisa libatkan perempuan Papua pada direktorat jenderal/dirjen yang ada di Jakarta,

salah satu contoh, di Amerika perempuan kulit hitam di libatkan dalam kabinet, kenapa Indonesia tidak bisa, kami perempuan Papua juga bisa dan bahkan ada banyak seperti menteri Yohana Yembise bahkan lebih dari itu, pesannya dengan optimis.

Presiden Jokowi tiba di Hotel Grand Inna Malioboro sekitar pukul 14.00 WIB. Pembukaan acara Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia berlangsung beberapa saat setelah kedatangan Jokowi.

Dalam acara ini, Ketua Umum Kowani (Kongres Wanita Indonesia) Giwo Rubianto Wiyogo menyampaikan Deklarasi Perempuan Indonesia dan penandatanganan seribu organisasi perempuan secara simbolik dari perwakilan organisasi perempuan. Rangkaian acara Sidang Umum Ke-35 ICW tetap berlangsung hingga 18 September.

(Mark Imbiri/LINTASPAPUA.COM)