Situasi Darurat, Terjadi Pembajakan Pesawat Karavan di Bandara Sentani

0
2138
Simulasi Pembajakan Pesawat Udara di Bandara Sentani. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pesawat jenis Karavan dengan nomor seri PK-YRU dibajak seorang pria, di Bandar Udar (Bandara) Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (26/9/2018) sore.

Pesawat yang terbang dari Bandara Nduga pada pukul 14.00 WIT dan direncanakan tiba di Bandara Sentani pukul 15.20 WIT. Saat take off dan 10 menit mengudara, pesawat itu langsung dibajak oleh seorang pembajak yang menyamar menjadi penumpang dengan menyandera pilot. Dengan menggunakan pistol, pria tersebut mengancam akan membunuh pilot dan para penumpang.

Si pria itu kemudian meminta beberapa permintaan bahwa dia akan membunuh pilot bila temannya sesama pelaku teror tak dibebaskan oleh pihak Polres Jayapura. Dia juga mengancam akan membunuh penumpang yang ada di dalam pesawat bila permintaan keduanya tak dituruti yakni, meminta agar disiapkan Pertaminan untuk mereviewul BBM.

Sehingga si pilot melaporkan kejadian tersebut ke tower, dan dari tower langsung menghubungi GM Air Nav via handphone (HP) untuk melaporkan kondisi darurat di dalam pesawat. Dari GM Air Nav langsung melaporkan kejadian ini ke Kepala Bandar Udara (Kabandara) Sentani, kemudian Kabandara menghubungi Kepala Bidang (Kabid) Keamanan untuk menyiapkan EOC (penanggulangannya).

Di saat bersamaan juga, Kabandara segera menghubungi Komandan Lanud (Danlanud) Silas Papare, guna menyerahkan tugas dan tanggung jawab bandara kepada Danlanud Silas Papare. Karena Kabandara sudah menganggap situasi di bandara sudah merah, sehingga tugas dan tanggung jawab diserahkan ke Danlanud Silas Papare.

Maka Danlanud Silas Papare menghubungi Kepala BMKG, untuk meminta data cuaca dalam perjalanan dan juga data cuaca di Bandara Sentani. Selain itu, Danlanud Silas Papare juga menghubungi Dansatgas Paskhas untuk menyiapkan tim eksekutor terhadap pembajak.

Setelah seluruh unsur EOC yang sudah dihubungi, langsung menyiapkan pasukan keamanan untuk dikirim ke bandara guna melakukan penanggulangannya. Sedangkan dari Dansatgas Paskhas langsung menyiapkan sniper dan juga menyiapkan pasukan rekasi cepat, yang akan melumpuhkan pelaku didalam pesawat serta mengamankan pesawat.

Ketika semua sudah disiapkan, tinggal menunggu pesawat yang dibajak pria itu landing di Bandara Sentani. Sesuai dengan tuntutan, bahwa akan dilakukan revieuwl pesawat berdasarkan permintaan si pembajak. Maka Pertamina langsung action bergerak ke pesawat untuk reviewl dan pihak negosiator langsung menuju pesawat untuk melakukan negosiasi dengan pembajak terhadap tawanan yang dimintanya.

Setelah melakukan negosiasi, kemudian pihak negosiator langsung membawa teman dari si pembajak untuk segera dinaikkan ke dalam pesawat. Teman dari pembajak yang dikawal oleh dua tim pengaman mendekat ke pesawat bersama pihak negosiator, begitu tiba di depan pintu pesawat dan pembajak itu meyakini orang yang dibawa itu adalah temannya langsung meminta agar segera menaikkan temannya ke dalam pesawat.

Pria pembajak tersebut akhirnya dapat dilumpuhkan dengan cara ditembak oleh sniper saat pintu pesawat dibuka. Mengetahui pembajak dilumpuhkan sniper, tim pemukul cepat dari Paskhas langsung naik ke pesawat untuk mengamankan pembajak dan juga penumpang guna diturunkan dari atas pesawat.

Sedangkan tim POM AU bersama tim kesehatan langsung bergerak menuju pesawat untuk mengamankan sang pilot guna diturunkan dari atas pesawat dan dibawa ke areal yang lebih aman lagi. Kemudian juga mengamankan penumpang yang ada dalam pesawat keluar ke areal lebih aman.

Setelah pilot dan semua penumpang keluar dari pesawat, tim pengaman gabungan masuk ke dalam pesawat untuk mengamankan pesawat guna mengantisipasi jika masih ada teman-teman pembajak lain yang akan mencoba merebut pesawat itu kembali.

Itulah sekelumit simulasi penanggulangan pembajakan pesawat udara (Hijacking) Aviation Security Exercise yang digelar oleh aparat gabungan yang terdiri dari unsur Lanud Silas Papare, Polres Jayapura, Koramil 1701-01 Sentani, Basarnas, Avsec Tosari, BKO Paskhas TNI AU, BMKG, Ariline, Air Nav dan perseonil kesehatan Lanud Silas Papare serta KKP Bandara Sentani.

Simulais pelatihan penanggulangan pembajakan pesawat udara ini dilakukan di Apron Bravo Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kepala Bandar Udara (Kabandara) Sentani Antonius Widyo Praptono melalui Kepala Bidang (Kabid) Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat Bandara Sentani Muhammad Nafieq mengatakan, simulasi pelatihan penanggulangan pembajakan pesawat udara itu adalah satu bentuk latihan bersama dari satu program keamanan Bandara Udara, yang didalamnya diatur cara-cara penanganan atau prosedur-prosedur penanganan untuk kondisi-kondisi atau kerawanan-kerawanan tertentu.

Ini yang coba kita simulasikan, dan merupakan bagian dari program keamanan bandara. Tapi, dipadukan dengan prosedur penanganan pembajakan yang dimiliki oleh Lanud Silas Papare, tukas Muhammad Nafieq didampingi Kepala Koordinator Pelaksana Kegiatan Simulasi Pembajakan Pesawat, Mayor POM Iwan Suebu, kepada wartawan di Kantor UPBU Bandara Sentani, Rabu (26/9/2018) sore. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here