Bupati Mathius Awoitauw  Buka Rapat Timpora di Kabupaten Jayapura

0
332
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, saat melakukan pemukulan Tifa sebagai tanda secara resmi membuka kegiatan Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Kabupaten Jayapura, yang berlangsung di HoreX Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (20/9/2018) pagi. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Papua bersama Kantor Imigrasi Klas I Jayapura, menggelar rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Jayapura, di HoreX Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (20/9/2018) kemarin pagi.

Rapat tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE., M.Si, disaksikan Kepala Divisi pada Kanwil Kemenkumham Papua Hermansyah Siregar dan Kepala Kantor Imigrasi Klas I Jayapura Gatot Setiawan.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, kepada wartawan harian ini usai membuka rapat Timpora tersebut mengatakan, pengawasan orang asing sangat diperlukan demi kepentingan bersama.

“Kita tadi (kemarin) hanya buka dan kita arahkan, supaya harus bangun satu koordinasi di bandara dengan pihak bandara dan pihak-pihak terkait bagaimana bisa mengidentifikasi setiap orang yang masuk, terutama orang asing,” imbuhnya.

Lanjutnya, Kemudian, juga kita sarankan kepada Dispendukcapil harus mempunyai data kependudukan di setiap wilayah RT/RW.

 

“Kemungkinan ada orang asing yang tinggal disitu. Ini harus dipetakan secara jelas kegiatannya apa dan berapa lama di daerah ini, di luar dari para turis yang berasal dari mancanegara yang masuk kesini,” tandasnya.

Menurut Mathius, Dengan diselenggarakan rapat ini, diharapkan dapat menyamakan persepsi sebagai anggota Tim Pengawasan Orang Asing.

 

“Dengan demikian, maka akan bisa mendapatkan data dan informasi tentang keabsahan dan kegiatan orang asing di daerah sesuai dengan bidang tugas masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu,  Kepala Kantor Imigrasi Klas I Jayapura, Gatot Setiawan mengatakan, Bandara khususnya Bandar Udara Sentani itu bukan merupakan tempat pemeriksaan imigrasi.

 

“Jadi, orang asing siapapun yang sudah mendarat disitu itu sudah di clearance oleh tempat pemeriksaan imigrasi yang lain. Sehingga dia (WNA) hanya melakukan perjalanan domestik saja disitu,” ujarnya.

Lajut Gatot Setiawan, Karena pengawasannya sudah dilakukan sebelum mendarat di Bandara Sentani ini. Mungkin di tempat pemeriksaan imigrasi lain seperti di Soekarno Hatta (Jakarta), di Hasanuddin (Makassar) atau di Bali.

 

“Sebab, tempat pemeriksaan imigrasi di Bandara Sentani ini belum ditetapkan oleh menteri. Itu harus berdasarkan ketetapan menteri sebagai tempat pemeriksaan imigrasi. Jika sudah ditetapkan, maka kami siap bertugas disana, tandasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here