Pemkot Jayapura dan Pemprov Papua Bahas Inflasi dan Deflasi Bersama Bank Indonesia

0
432

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – High level meeting digelar Tim pengendali Inflasi dari Bank Indonesia daerah Provinsi Papua,kota Jayapura untuk membicarakan cara pengendalian Inflasi dan Deflasi di Papua, juga sinergi kerjasama antar daerah dalam upaya pengendalian inflasi pangan Papua. Selasa(18/9/2019), di Hotel Aston Jayapura, Dihadiri 100 OPD kota Jayapura,Provinsi Papua, serta pelaku bisnis terkait.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa titik fokus Inflasi dan Deflasi Papua sangat di pengaruhi oleh kondisi harga pangan di kota Jayapura dan Provinsi Jayapura.

“Proyeksi inflasi 2018 rangenya antara 4,79% s.d. 5.19%. Meeting kali ini Fokus pangan, karena Inflasi dan Deflasi di pengaruhi harga pangan. Penyumbang Inflasi adalah Cakalang, Pinang di datangkan dari PNG, daging ayam ras. sedangkan penyumbang Deflasi dipengaruhi ketersediaan ikan ekor kuning, biasanya bergantian dengan ikan kembung dan ketimun.inflasi kota Jayapura masih terkendali pada tahun 2018-2019.”Jelasnya.

Wakil Walikota Jayapura, Ir. H.  Rustan Saru, MM., mengajak semua pihak bidang ekonomi Jayapura dan Papua mampu bekerjasama untuk menentukan harga acuan

“Harapan kami kota Jayapura Inflasi yang tinggi bisa di atasi, perlu menjaga harga, stock pangan harus ada, saling bekerjasama antara PERINDAKOP, BULOG, pedagang, nelayan, untuk menyediakan jenis bahan pokok, hal ini bisa kita antisipasi. Saya usul menentukan harga acuan komoditas, tentukan ukurannya berapa hal itu sangat penting,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky D Ambrauw, menyempatkan diri mengatakan bahwa harga tiket di bulan desember mengalami kemahalan karena kondisi bisnis maskapai, dan akan membicarakan kembali dengan pihak terkait

“Kondisi mengenai penerbangan pesawat dan kargo semua punya aturan sendiri, dan maskapai memiliki perhitungan bisnis, kami di berikan beberapa kewenangan, sebagian terpusat atau pemerintah pusat yang langsung mengatur, Tapi kita akan coba bicarakan kembali dengan pihak terkait supaya ada batasan harga sesuai kesepakatan.” Pungkasnya.(Fransisca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here