KEEROM (LINTAS PAPUA)  –  Setelah cukup lama ditunggu, akhirnya PT Tandan Sawita Papua (TSP) yang berlokasi di Distrik Arso Timur, Kab Keerom melakukan ujicoba (commissioning) Pabrik Kelapa Sawit di Tulip Estate Kampung Amyu. Hal ini seperti disampaikan Regional Head PT. Tandan Sawita Papua, Ir. Parulian Simarmata, melalui release kepada HPP, Selasa (4/9/2018).

Ia menjelaskan bahwa lokasi pabrik berada di Tulip Estate Kampung Amyu, Distrik Arso Timur, dan didahului dengan beberapa acara adat dan ibadah syukur yang dipimpin Sekretaris Klasis GKI Keerom, Pdt. Lambert Sarwuna S.Th pada Hari Selasa (4/9/2018) kemarin.

Dukungan masyarakat sekitar pabrik nampak saat kegiatan commissioning, tokoh-tokoh adat dan para pimpinan PT. TSP hadir saat kegiatan tersebut. Diantaranya, Regional Head PT. Tandan Sawita Papua, Ir. Parulian Simarmata, Area Manager l, Jhoni Situmorang, Area Manager ll. Fajar Sitorus, Manager Projec Mills, Wilson Gurning, Head Projec and Mills Ops l, Tan How Joo, Ondoafi Yetti, Frans Putuy S.Th, Ketua Keret Jumbori, Imanuel Jumbori, Ketua Keret Enef, Jerry Enef, Ketua Keret Itungkir, Moses Otungkir, Ketua Keret Kres, Okto Kres, Ketua Keret Kera, Niko Kera, dan Masyarakat Adat Kampung Amyu dan dan Yetti.

Atas ujicoba tersebut Ketua Keret dan Pemilik Tanah lokasi PKS, Manuel Jombori, mengemukakan rasa syukurnya. ‘’Kami merasa bersyukur karna dengan hadirnya Pabrik Kelapa sawit, petani sudah siap menikmati hasil panen buah kelapa sawit serta dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di arso timur lebih khusus petani Plasma PT. TSP,’’ujarnya.

Sementara itu, Regional Head PT. Tandan Sawita Papua, Ir. Parulian Simarmata, mengemukakan rasa syukurnya karena pemegang hak Ulayat dari Jumbori, Enef, Putui dan marga2 lain dapat berkumpul untuk mendukung dan menyaksikan ujicoba pabrik tersebut.

‘’Kita harapkan dengan comisioning pabrik ini dapat berjalan lancar dan selamat, keberadaan pabrik ini dapat membuka lapangan kerja bagi generasi muda yang ada disekitar operasional pabrik ini, perusahaan akan dengan cermat melakukan pembinaan pelatihan serta bimbingan terhadap anak-anak adat kita sehingga dapat bersama-sama mengambil bagian dalam pengelolahaan pabrik ini agar membuka ruang dan kesempatan kepada mereka untuk menjadi pemimpin di perusahaan untuk masa yg akan dating,’’ungkapnya

Sedangkan Ondoafi Yetti, Frans Putuy S.Th menyampaikan hal serupa. ‘’Atas nama masyarakat dari ketiga kampung Yeti, Kriku, Suskun selama 9 Tahun sudah menanti hadirnya Pabrik ini tepat hari ini kami bersyukur telah dibangun dan saat ini uji coba produksi. Harapan saya dengan keberadaan pabrik ini kehidupan ekonomi masyarakat akan lebih baik dan meningkat,’’pungkasnya. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)