Polemik Rencana Pembangunan Masjid Al-Falah Diambil Alih Pemerintah

0
218
Selebaran yang beredar di media sosial facebook. (ISTIMEWA)

 

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si, (Lala/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Polemik protes atau penolakan rencana pembangunan masjid kembali terjadi di Kabupaten Jayapura, Persekutuan Gereja-Gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menolak rencana pembangunan Masjid Al-Falah di Kompleks Perumahan BTN Permata Hijau, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, yang beberapa waktu lalu viral di media sosial (Medsos) seperti Facebook (fb) yang dibagikan oleh salah satu pengguna Facebook.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK., MH, M.Si., mengharapkan, segala permasalahan terhadap penolakan rencana pembangunan Masjid Al-Falah di BTN Permata Hijau itu dapat diselesaikan dengan aturan. Untuk menyelesaikan masalah ini, Kapolres Victor menyarankan agar semua pihak tetap dalam suasana kerukunan dan bertoleransi.

“Jadi, saya minta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri. Selain itu, kita juga berharap semua permasalahan ini bisa diselesaikan dengan aturan. Yang jelas, semuanya harus di dalam suasana kerukunan dan bertoleransi. Karena kita ketahui bahwa Kabupaten Jayapura telah dicanangkan zona integritas kerukunan ummat beragama,” ujar Kapolres Victor kepada wartawan di Kantornya, Kamis (6/9/2018) lalu.

Sebelumnya, permasalahan ini sudah dilakukan pertemuan yang difasilitasi oleh Polres Jayapura dengan menghadirkan PGGJ, panitia pembangunan Masjid Al-Falah BTN Permata Hijau, Pengurus RT/RW setempat, pemerintah daerah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jayapura dan Badan Kesbang Kabupaten Jayapura.

Dan hasil dari pertemuan itu, bahwa semua pihak sudah sepaham untuk permasalahan terkait lokasi pembangunan Masjid Al-Falah itu akan ditinjau ulang serta diminta ditunda dulu rencana pembangunan masjid tersebut.

“Karena masjid inikan belum dibangun ya, ini baru rencana akan membangun masjid di lokasi BTN Permata Hijau dan ternyata ada temuan serta mungkin ada penolakan dari warga sekitar,” imbuhnya.

Kepada semua masyarakat, dirinya menyampaikan, bahwa segala pemberitaan yang mungkin mengarah pada viral nya suatu informasi yang tidak baik itu sudah diselesaikan dan diambil alih oleh pihak pemerintah.

“Kita berharap kepada semua pihak bisa berkepala dingin untuk menanggapi situasi seperti ini,” harapnya.

“Kan ada aturannya untuk membangun tempat ibadah itu ada aturannya. Jadi, kita kembali pada aturan dan kita hentikan dulu rencana pembangunannya sambil kita lihat aturannya, apakah bisa atau tidak membangun. Ya, semua harus berdasarkan aturan agar semua pihak bisa memahami hal ini,”  tandas Kapolres Victor.

Sebelumnya, viral di media sosial (Medsos) Facebook (FB) terkait pemasangan spanduk berukuran besar yang mengatasnamakan PGGJ dan menyatakan Dilarang Keras: Kami Atas Nama PGGJ Kabupaten Jayapura Melarang Pembangunan Masjid Al-Falah di BTN Permata Hijau Di Atas Tanah Atau Lokasi Ini. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)