Kembangkan Olahraga dan Ekonomi, Kadistrik Budi P. Yokhu Rencanakan Bangun Stadion Mathius Awoitauw

0
34
Kepala Distrik Namblong, Budi Projonegoro Yokhu, S,STP.

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Pemerintah Distrik Namblong yang merupakan salah satu distrik dari 19 distrik di Kabupaten Jayapura, yang berada di Dataran Grime melalui Budi Prodjonegoro Yokhu selaku Kepala Distrik dan di dukung semua komponen, terutama pemuda setempat itu menginisiasi untuk membangun suatu fasilitas sarana dan prasarana olahraga yang kelak dapat memberikan andil dalam pengembangan keolahragaan dan juga kemajuan sektor ekonomi.

Budi Prodjonegoro Yokhu menegaskan, pihaknya menginisiasi untuk membangun sarana dan prasarana olahraga sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya merencanakan pembangunan stadion utama baru di wilayah Distrik Namblong, yang nantinya dapat digunakan untuk iven iven derah atau kabupaten di Wilayah Pembangunan (WP) III & IV di waktu-waktu yang akan datang.

 

“Kami berencana untuk membangun sebuah stadion besar setara dengan Stadion Barnabas Youwe (SBY) yang ada di pusat Kota Sentani. Jika di pusat kota sudah ada stadion SBY, maka kami berencana akan bangun Stadion Utama baru dengan nama Mathius Awoitauw (SMA),” ujar Kadistrik Namblong, Budi Prodjonegoro Yokhu dalam keterangan tertulisnya yang di kirim ke wartawan harian ini melalui pesan elektronik, Rabu (5/9/2018) kemarin siang.

Menyinggung Pekan Olahraga Distrik (Pordis), menurut Budi Prodjonegoro Yokhu, untuk iven Pordis Namblong sudah bergulir sejak tahun 2016 lalu dan di tahun 2018 ini telah memasuki 3 tahun usia kompetisi, yang melibatkan peserta lomba dari sejumlah distrik yang ada di Wilayah Pembangunan III & IV, di Dataran Grime dan Nawa. Apalagi para pemuda mulai merindukan tampil dilapangan yang representatif atau di lapangan rumput yang permanen.

“Karena wilayah Namblong dilihat dari aspek perencanaan wilayah adalah Wilayah Delta seperti sungai yang merupakan daerah endapan sampah yang membentuk segitiga yang tidak bergerak. Sehingga pertumbuhan ekonomi akan mandek atau macet, karena akses pertumbuhan barang dan jasa berada di wilayah penghubung Sarmi dan Jayapura,” sebut Budi Yokhu.

 

Dampaknya, maanfaat besar akan diperoleh oleh Distrik Kemtuk,  Nimbokrang dan Unurum Guay di Kabupaten Jayapura, sehingga Distrik-Distrik yang berada dalam Wilayah Delta yakni, Namblong, Kemtuk Gresi, Gresi Selatan & Nimboran akan lambat pertumbuhan ekonominya. Maka diperlukan program intervensi agar tercipta kanalisasi yang dapat membuka ruang dan menggairahkan iklim usaha di wilayah Delta tersebut.

Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan pihaknya adalah Pembangunan Stadion Utama Mathius Awoitauw, yang monumental sebagai pusat aktivitas masyarakat tertarik untuk menyelenggarakan iven-iven berskala daerah bahkan Nasional.

Dikatakannya, jika diwilayah pembangunan I & II terdapat Stadion Bas Youwe sebagai pusat aktivitas masyarakat. Jika stadion utama Mathius Awoitauw terbangun, maka dengan sendirinya Wilayah Delta akan bertumbuh mengimbangi wilayah lainnya seperti wilayah pembangunan II seperti Depapre, Yokari, Demta, Ravenirara dan Sentani Barat.

Dirinya menambahkan, dengan dibangunnya pelabuhan Peti Kemas Departemen, jika beroperasi maka wilayah ini juga yang sebelumnya wilayah Delta akan bertumbuh secara pesat sebagai pertumbuhan yang bergerak disektor barang dan Jasa.

“Selain itu juga, kami rasa adanya pemerataan dan keadilan pembangunan agar pembangunan Kabupaten Jayapura tidak tertumpuk diwilayah pembangunan,” tandasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)