Politisi Harapan Masa Depan : Singa Dari Bintuni

0
332
Jelang Ketua DPR PB yang didampingi Gubernur dan Pimpinan DPR PB lainnya mengetuk palu untuk tutup Rapat Paripurna, dia tampil lakukan interupsi dan menyampaikan aspirasi masyarakat adat terkait kegiatan suatu perusahaan yang menggunakan ribuan hektar tanah masyarakat adat. Tampak saat berdiskusi dengan sesama anggota dewan. ( Foto Pribadi Yosef Rumaseb)

Ada banyak julukan untuk menggambarkan sepak terjang politisi ini. Bisa raising star, politisi yang bintangnya mulai bersinar. Bisa politisi harapan masa depan. Julukan apa saja tentang potensi yang berkembang membawa harapan kita di masa depan di pundak politisi muda GOLKAR ini bisa disematkan di dadanya.

Tapi saya tidak hendak tunggu hingga masa depan untuk bercerita tentang hal-hal hebat darinya. Saya ikut beberapa rapat dinas dengannya. Pada semua rapat ini, jelas kelihatan kualitas dari kekritisan, analisa, publik speaking sekaligus kerendahan hati dan kesopanan dalam mengangkat dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

27 Agustus 2018 lalu, dalam suatu rapat yang membahas produk hukum yang strategis bagi masyarakat adat dia melakukan interuspsi terhadap satu bab dan beberapa pasal (saya ingat itu Bab V Pasal 11 dan 12) yang menurutnya rentan berisi peluang bagi terjadinya pelanggaran HAM terhadap masyarakat adat.

Caption Foto  : Jelang Ketua DPR PB yang didampingi Gubernur dan Pimpinan DPR PB lainnya mengetuk palu untuk tutup Rapat Paripurna,  Mozes Rudy F. Timisela   tampil lakukan interupsi dan menyampaikan aspirasi masyarakat adat terkait kegiatan suatu perusahaan yang menggunakan ribuan hektar tanah masyarakat adat.  (Foto Pribadi YR)

“Saya pribadi tidak mau berdosa ikut membuat payung hukum bagi pelanggaran HAM. Saya juga tidak mau menciptakan dosa budaya, dosa warisan. Saya turunan ketiga dari penginjil yang membangun peradaban di negeri ini. Saya tidak akan bergeser dari pengabdian leluhur saya bagi negeri ini.” Singkat cerita, gaung bersambut, masukan kritisnya diterima dan diperkuat dengan banyak argumen dan dengan antusias lalu kalimat-kalimat dalam bab dan pasal itu pun dirubah untuk cegah pelanggaran HAM di kemudian hari.

Hari ini, 3 Sept 2018, sekali lagi kualitasnya ditunjukkan. Jelang Ketua DPR PB yang didampingi Gubernur dan Pimpinan DPR PB lainnya mengetuk palu untuk tutup Rapat Paripurna, dia tampil lakukan interupsi dan menyampaikan aspirasi masyarakat adat terkait kegiatan suatu perusahaan yang menggunakan ribuan hektar tanah masyarakat adat. Dengan kata-kata yang sopan dan suara menggelegar, dia membacakan aspirasi yang dititipkan padanya kemudian menyampaikan aspirasi tersebut kepada Ketua DPR PB sebagai pemimpin sidang. Sesudah menerima aspirasi itu, palu sidang diketuk dan sidang ditutup.

Seusai sidang, sama seperti sebelum-sebelumnya, dia menjadi salah satu anggota DPR PB yang mendapat jabatan tangan dan diajak diskusi. Mungkin sebanyak yang diterima Ketua DPR PB atau Gubernur.

Caption : Mozes Rudy F. Timisela  dalam suasana sidang dewan. (Foto Pribadi YR)

Menurut saya, penampilan dia bukan penampilan suatu raising star atau politisi potensial. Dua julukan itu menunjukkan prestasi masa depan. Faktanya, penampilan dia adalah penampilan yang sudah, sedang dan masih akan terjadi. Karena itu saya pikir lebih tepat sebut dia Singa dari Bintuni. Pasti banyak harapan akan diletakkan di pundaknya.

Tuhan berkati Mozes Rudy F. Timisela Singa dari Bintuni

Senin, 3 September 2018

Oleh : Anak Kampung Tinggal di Biak,  Yosef Rumaseb