Ikut Prihatin, IKAPTK  Dorong  Perekrutan IPDN Lebih Prioritaskan Orang Asli Papua

0
701
Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamong Prajaan (IKAPTK) Provinsi Papua merasa prihatin dengan kebijakan pemerintah pusat. Tampak Wakil Ketua IKAPTK Papua, Reky ambrauw, saat memberikan keterangan pers. (Berti/ Lintas Papua)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamong Prajaan (IKAPTK) Provinsi Papua merasa prihatin dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Departemen Dalam Negeri, yang hanya mengakomodir kurang dari lima orang asli Papua (OAP) dalam perekrutan Praja IPDN 2018.

Berkenaan dengan hal itu, Wakil Ketua IKAPTK Papua,  Reky ambrauw minta agar Departemen Dalam Negeri  membuat satu kebijakan yang lebih memprioritaskan OAP dalam penerimaan praja IPDN tersebut.

“Berkaca pada hasil perekrutan calon Praja IPDN 2018, mungkin harus ada kebijakan baru untuk bagaimana anak-anak kita lebih terpanggil dan terdidik di IPDN. Sebab yang jelas harus ada perubahan dalam sistem perekrutan. Sehingga anak-anak asli Papua ini bisa lebih banyak diterima sebagai praja IPDN,” terang dia di Jayapura, Senin (3/9).

Reky katakan, saat ini hasil perekrutan IPDN 2018 kini menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Dimana ada banyak sekali protes dari kalangan masyarakat terhadap hasil perekrutan tahun ini.

Oleh karenanya, dia berharap pro dan kontra yang mencuat di media sosial itu mesti ditanggapi oleh pemerintah pusat. Sehingga kekecewaan masyarakat ini bisa dijawab dengan sebuah perubahan.

“Memang kalau kita berbicara SDM sudah tentu pasti ada kurang tetapi juga ada lebihnya. Apalagi sekarang kan sistem ujiannya komputerisasi dan itu hal yang baru bagi anak-anak Papua. Tapi kita harapkan hal itu jangan langsung membuat mereka seperti dibatasi atau pada akhirnya banyak tidak lulus”.

“Makanya pemerintah pusat melalui Depdagri, saya harap meninjau kembali sistem perekrutannya. Apalagi hasil tahun ini sedikit sekali OAP yang diterima,” ujarnya.

Dia menambahkan, organisasi IKAPTK yang dibentuk untuk merangkul semua alumni, APDN, STPDN dan IPDN, akan memberi masukan ke pemda dan pempus supaya kedepan lebih banyak mengakomodir OAP.

Pihaknya juga mengimbau pemerintah kabupaten dan kota memperbanyak kegiatan pelatihan ujian sistem online kepada calon pelamar IPDN orang asli Papua, sehingga ketika mengikuti perekrutan, dapat mencapai hasil yang lebih baik. (Berti  Pahabol)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here