DEWAN MENYETUJUI PERUBAHAN APBD KOTA JAYAPURA

0
68

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Jayapura menutup rapat paripurna masa II dengan agenda pembahasan RAPERDA Kota Jayapura tentang Penetapan APBD Perubahan Kota Jayapura Tahun angaran 2018 di hadiri oleh Walikota dan Wakil Walikota,Ketua dan angota DPRD kota Jayapura. Kamis(30/8/2018) di Ruang sidang DPRD Kota Jayapura.

Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo, SH. dalam sidang tersevut menetapkan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Kota Jayapura serta
Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun Anggaran 2018

“DPRD Kota Jayapura menetapkan Persetujuan terhadap RAPERDA dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2018 tersebut Diktum KESATU adalah sebagai berikut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018 semula berjumlah Rp.1.308.925.123.280,- berkurang/bertambah sejumlah
Rp.53.685.872.457,- sehingga menjadi Rp.1.362.610.995.737,-.” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Jayapura, DR. Drs. Benhur Tomi Mano, MM., menjelaskan bahwa fungsi dari perubahan angaran, terutama sistem pengawasannya, agar tidak di salah gunakan.

“Dengan mempertimbangkan Dana Desa dari Pemerintah Pusat yang terus meningkat setiap tahun dan kewajiban Pemerintah untuk mengalokasikan 10 persen dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagai Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah maupun 10 persen dari Dana Bagi Hasil Pajak, Bagi Hasil Sumber Daya Alam dan Dana Alokasi Umum sebagai Alokasi Dana Desa, maka diminta Para Kepala Distrik, Badan Pemberdayaan Kampung, Bappeda, BPKAD dan Inspektorat untuk selalu mendampingi dan mengawasi proses perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APB-Kampung). Optimalkan implementasi Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SisKeuDes) pada semua Kampung dalam memperkuat proses tata kelola keuangan Kampung agar tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kampung bisa terwujud di satu sisi dan di sisi lain Aparat Pemerintah Kampung dapat terhindar dari penyalahgunaan APB-Kampung bukan karena kesengajaan tetapi akibat kelalaian bahkan ketidak-tahuan,” katanya.(Fransisca)