ALARM PILEG KOTA JAYAPURA 2019

0
565
Suasana Partai HANURA Kota Jaypura saat mendaftar dan menyerahkan berkas kepada KPU Kota Jayapura. (istimewa)

PENGANTAR

Pemilihan Umum [Pemilu] adl sarana Kedaulatan Rakyat utk memilih Anggo ta DPR, Anggota DPRD Prov, Anggota DPRD Kab/Kota, Presiden/Wakil, Gubernur/Wakil, Bupati/Walikota [UU no 7 tahun 2017 pasal 1 ayat 1]. Atau sederhana menurut saya proses memilih org utk mengisi jabatan-jabatan Politik baik Wakil Rakyat, Bupati/Walikota, Gubernur dn Presiden. Pemilu dilaksnakan secra langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dlm NKRI yg berdasarkan PANCASILA & UUD 1945. Fokus pembahasan sya Pemilihan Legislatif/ DPRD Kota Jayapura.

Akankah Pileg 2019 sebagai ajang memilih Wakil Rakyat berkompeten? Ataukah ajang mencari banyaknya Kursi Panas? Atau  Wakil Rakyat yg direkomendasikan Partai dipastikan berpikir bonum commune [kabaikan bersama] atau sebaliknya?

 

ISI

Pemilu sebagai manifestasi Demokrasi sesungguhnya utk memberikan kebebasan kepada Masyarakat menentukan pilihan-Nya.  Tentu pileg 2019 menjadi ajang tepat utk Kompetisi para Wakil Rakyat dalam merebut Kursi Panas Wakil Rakyat di Parlemen. Berbagai cara/ metode yang digunakan Partai untuk mencari banyak kursi, tetapi demikian apakah cara tersebut dipakai Partai pd saat terpilih untuk  tuntaskan persoalan Masyarakat Kota Jayapura? Namun pengamatan saya jarang terwujud.

selama ini juga konsep dan metode SOSIALISAsi gencar dilakukan utk menarik SIMPATI RAKYAT sangat baku dn penuh janji-janji. Khususnya  Kota Jayapura ada 40 kursi Parlemen dan akan diperebutkan oleh 640 Calon Anggota Legislatif dri 16 Parpol. Berbagai intirik yang akan dipakai Partai pada saat seblum pencoblosan, pencoblosan dan pasca pencoblosan.

Sebelum pencoblosan Partai dan Caleg melakukan pencitran baik media massa atau face to face [tatap muka], saat pencoblosan sudah pasti mobilisasi, money politic walau ini haram menurut ajaran Agama tiap-tiap caleg dan pasca pencoblosan caleg/ Partai merasa dirugikan sudah pasti mengumpulkan bukti valid untuk dibawa ke meja hijau [MK].

Namun demikian perlu ketahui bahwasanya pada RPJMD Kota Jayapura 2018-2022  ada 5 hal menjdi perhatian Pemerintah namun penulis fokus pda pelestarian, pengelolaan dan pengembangan pangan mendapat tanggapan dari Wakil Rakyat. Apakah isu menjdi perhatian Para Wakil Rakyat yang akan terpilih ataukah lebih mementingkan Kepentingan Partai/ kelompoknya?.

Sesuai UU 27 tahun 2009 DPRD Kab/Kota mempunyai 3 fungsi mendasar yakni Legislasi [membuat Peraturan], Controling [Pengawasan] dan Budgeting [Penganggaran]. Fungsi tersebut apakah terealisasi atau para Wakil Rakyat fokus  penganggaran? Kita berharap ketiganya berbarengan.

Ingat Para Calon Wakil Rakyat yang akan berkompetisi pd tahun 2019 vox Populi Vox Dei “Suara Rakyat Suara Tuhan, suara rakyat merepresentase suara Tuhan. Oleh karena itu sebgai Wakil Rakyat [org yang dipercayakan Rakyat] hendaklah kita berpikir nutk Rakyat, jangan berpikir Rakyat pd saat Pileg saja dan lebih mementingkan Golongan tertentu/ Partai pengusung.

Persoalan Kota Jayapura sangat masif, misalkan Kecelekaan, Pencurian, proteksi terhadap Masyarakat asli Portnumbay, pemberdayaan Masyarakat asli pornumbay [namun saat ini Walikota sbgian telah dilakukan], pendampingan kesemuanya di era otonomi khusus ini.

Menurut saya Masyarakat asli Port Numbay menjadi prioritas dalam pembangunan di segala aspek tanpa mengesampingkan semua Masyarakat di Kota Jayapura. Dan penjualan bahan lokal  seharusnya dibatasi dalam bentuk regulasi hanya mama-mama Papua sja.

Kota Jayapura sebagai Barometer Kota di Papua,  maka Masyarakat dipastikan cerdas dalam menentukan pilihannya. Pilihlah mereka yang berpihak dan berkontribusi nyata [Dewan yang sedang menjabat].

 

PENUTUP

Dari uraian singkat saya diatas maka untuk Para Calon Wakil Rakyat yang akan bertarung pda Pileg 2019 dan Partai pengusung perhatikan :

  1. Caleg Sosialisasi diri dengan mengedepan visi misi dan program kerja
  2. Partai Politik diharapkan menjelaskan kepada Caleg pendidikan politik yang baik
  3. Caleg diharapkan mempunyai etika dlm berpolitik.
  4. Caleg mempunyai pemahaman kompeherensif tugas, fungsi kerja sebagai Anggota Dewan
  5. Caleg wajib mengetahui persoalan mendasar di Kota Jayapura [per Dapil]
  6. Politik sebagai sarana merebut Kekuasaan untuk Kesejahteraan Rakyat bukan kesejahtraan Parpol/ kelompok

 

Semoga…!!!

Pikiran pribadi penulis tanpa disertakan data valid, namun sebagai Alarm bagi  Para Caleg dan Parpol.

 

Oleh : Simon.P.Bame [Mantan Ketua PMKRI Cab Jayapura periode 2014 -2016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here