JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, menjadi sejarah bagi petani kopi Papua, bahwa produk kopi Papua bisa masuk ke Istana Merdeka.

 

Bahkan, pihak istana memberikan stand khusus bagi empat petani kopi Ambaidiru, Kepulauan Yapen,dari Sekretariat Negara untuk memperkenalkan produk kopi asal Papua tersebut didampingi dua anggota DPR Papua jalur pengangkatan adat, Yonas Alfons Nussy dan John NR Gobai.

 

Anggota DPR Papua daerah Pengangkatan Seireri, Yonas Alfons Nussy mengaku sangat bangga, lantaran Kopi Robusta asal Ambaidiru, Kepulauan Yapen diundang secara khusus untuk mempromosikan produk unggulan Papua tersebut.

 

“Kami mempromosikan kopi robusta dari Ambaidiru, Kepulauan Yapen bersama kopi arabika dari lima wilayah adat, yakni kopi dari Dogiyai, Wamena, Lanny Jaya dan lainnya di Istana Negara,“ kata Yonas Nussy dihubungi, Jumat (17/8/2018).

 

Yonas Nussy menilai jika masuknya kopi Papua ke Istana Negara memeriahkan HUT RI ke 73 ini, merupakan sejarah bagi petani kopi Papua. Dan, merupakan sebuah pergerakan untuk memberikan semangat petani kopi, yang didukung oleh Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo, DPR Papua dan Sekretaris DPR Papua, Juliana J Waromi dalam memberikan motivasi kepada petani kopi.

 

Selain itu, juga dukungan dan kerjasama Bupati Kepulauan Yapen, Bank Papua Cabang Serui dan petani kopi Ambaidiru.

 

Diakui, meski menempati stand di bagian dalam belakang Istana Negara, ternyata mendapat sambutan antusias dari pengunjung istana dari berbagai negara, terutama para duta besar negara sahabat, para pejabat negara dan undangan lainnya.

 

“Ada hal yang menarik, mereka baru tahu, kopi Papua tidak kalah baik, dengan kopi lain di INdonesia, bahkan dunia,“ katanya.

 

Bahkan, lanjut Yonas Nussy, banyak pengunjung yang memesan kopi robusta Ambaidiru tersebut. “Tentu ini menjadi peluang pasar yang terbuka bagi petani kopi kita, melalui promosi ini. Banyak yang pesan dan tertarik ke Papua, dengan pameran kopi di Istana ini,“ ujarnya.

 

Ditambahkan, dengan adanya promosi kopi Papua itu, pihaknya berupaya maksimal untuk meyakinkan petani kopi di daerah bahwa hasil produksi mereka mampu membuka peluang pasar dan pasti akan mendapatkan buyer.

 

“Yang jelas, kami bangga bahwa kopi Papua masuk Istana Negara. Dan, ini sebuah sejarah karena dalam peringatan HUT RI ke 73, kita punya karya atau produk bisa masuk istana. Bukan di luar, tapi di dalam istana. Kita syukuri. Ada tawaran yang besar, kita akan lakukan sebuah festival budaya, promosikan karya besar dilakukan pemerintah,“ imbuhnya. (Rambat / Koran Harian Pagi Papua)