Merlan Uloli Imbau Warga Pendatang Daftar SKTS Sebelum Terjaring Razia

0
489
Pelayanan dokumen kependudukan di stan Dispendukcapil Kota Jayapura di Pameran Pembangunan tahun 2018 di Gor Waringin. (Elsye / HPP)
Kepala Dinas Dukcapil Kota Jayapura, Merlan S. Uloli. (Elsye Sanyi /HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Jayapura, Merlan S. Uloli mengimbau kepada warga pendatang atau penduduk yang ber-Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) luar Kota Jayapura, agar segera mendaftar dan mengurus Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) sebelum terjaring razia yustisi yang biasa digelar oleh Dispendukcapil Kota Jayapura.

Menurutnya, pengurusan SKTS sangatlah mudah, pihaknya terus melakukan inovasi untuk memberikan kemudahan kepada warga yang ada di Kota Jayapura, seperti salah satu inovasi berbasis android yang dapat diunduh melalui Playstore di HP android dengan mengetik e-waniambey.

Dengan mendownload aplikasi e-waniambey, warga berKTP-el luar Kota Jayapura dapat mendaftar secara online. Dijelaskannya SKTS berguna sebagai tanda pengenal dalam bermasyarakat.

“Latar belakang lahirnya inovasi e-waniambey adalah tingginya jumlah penduduk berKTP-el luar yang tinggal di Kota Jayapura. Hal itu ditakutkan apabila kami melakukan operasi yustisi KTP-el, bisa ratusan warga yang berKTP-el luar yang dapat kami jaring,” ucapnya usai mengikuti upacara HUT ke-73 RI di Lapangan Lantamal X Jayapura, kemarin.

Lanjutnya, selain menuju Smart City, Kota Jayapura sebagai ibukota Provinsi Papua adalah sebagai daerah tujuan bagi warga yang berasal dari kabupaten lain di Papua, Papua Barat serta daerah lain diluar Papua.

Sehingga diungkapkannya aplikasi itu ditujukan untuk mengetahui data akurat penduduk Kota Jayapura yang berKTP-el luar, guna menghindari masuknya penduduk yang ilegal atau terorisme di Kota Jayapura. Dan sekaligus untuk mengetahui mobilitas penduduk luar yang datang di Kota Jayapura.

” Jadi bagi penduduk pendatang yang tinggal di Kota Jayapura segera untuk membuat surat keterangan tinggal sementara sebelum terkena razia yustisi,” imbaunya.

Adapun sasaran e-waniambey adalah warga Kota Jayapura yang berKTP-el luar yang tinggal selama enam bulan keatas di Kota Jayapura yang antara lain adalah mahasiswa, pencari kerja, pegawai BUMN/BUMD, TNI/Polri yang bertugas sementara di Kota Jayapura serta para pekerja malam dan masyarakat luar.

Terkait nama aplikasinya, Merlan mengaku penamaan aplikasi tersebut menggunakan bahasa daerah Port Numbau, dalam rangka untuk mempromosikan kearifan lokal setempat, yakni e-waniambey. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here