Bupati Mathius Awoitauw Apresiasi Sekolah Adat Papua di Kampung Hobong

0
145
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., saat diwawancara. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA)  –   Sekolah Adat Papua yang ada di Kabupaten Jayapura, tepatnya di Kampung Hobong, Distrik Sentani terpilih menjadi referensi satu-satunya sekolah adat di Papua oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bagi daerah-daerah lain di Papua.

Untuk itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.,  memberikan apresiasi yang tinggi kepada sekolah adat Papua yang terpilih menjadi satu-satunya sekolah adat di Papua oleh AMAN sebagai referensi bagi daerah lain di Papua.

“Jadi, pendiri dan pengurus sekolah adat Papua di Kampung Hobong Distrik Sentani tersebut adalah anak-anak muda yang kreatif dan juga memiliki inovasi tinggi, dalam kiprahnya terus berkarya bagi daerah ini lewat kemampuan yang mereka miliki, “ ujar Bupati Mathius Awoitauw,  kepada media ini di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, baru-baru ini.

Menurut Mathius, kehadiran sekolah adat Papua adalah seiring dengan program kebangkitan masyarakat adat (KMA) di Kabupaten Jayapura. Dalam perjalanannya, sekolah tersebut telah memberikan kontribusi terhadap pengenalan akan nilai-nilai budaya sebagai landasan pijak perkembangan masyarakat adat di waktu-waktu mendatang.

Bupati Mathius mengatakan, jika AMAN kemudian menetapkan sekolah adat Papua menjadi sekolah referensi bagi daerah lain di Papua, bagi dirinya adalah hal yang luar biasa. Sebab, keberadaan sekolah tersebut berada di Kabupaten Jayapura dan berjalan atas dukungan dari pemerintah daerah.

Bupati Mathius juga menjelaskan, arah kebijakan daerah berdasarkan pada komitmen awal bahwa lembaga adat dapat di berikan ruang yang seluas-luasnya, untuk bersama pemerintah membangun daerah. Termasuk didalamnya penting ada pengetahuan-pengetahuan tentang adat yang harus di turunkan kepada generasi muda.

Untuk itu, kata dia, dengan hadirnya sekolah adat Papua memberikan kontribusi bagi penyebaran pengetahuan tentang adat di daerah ini. Tentunya, pengetahuan itu akan di dapat melalui proses belajar mengajar, agar para siswa yang tamat dari sekolah itu memiliki kompetensi yang handal.

“Saya berharap agar sekolah adat Papua dapat menata diri dan melangkah ke depan meraih keberhasilan, dengan melahirkan generasi penerus yang memiliki pengetahuan tinggi tentang tatanan dan norma-norma adat sebagai landasan jati diri sebagai manusia berbudaya,” tuturnya.

Dirinya juga menambahkan, pemerintah daerah tentu ke depan akan berusaha semaksimal mungkin, untuk memberikan pendampingan bagi sekolah demokrasi. Supaya ada sinergitas antara pemerintah dan pihak sekolah adat dalam mewujudkan program kebangkitan masyarakat adat. . (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)