Sinode GKI di Tanah Papua Gelar Rakor Keuangan dan Aset

0
178
Suasana Pembukaan Rakor. Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, pdt. Andrikus Mofu, M.Th, kegiatan rakor yang akan digelar selama empat itu akan fokus pada sejumlah masalah seperti melakukan kinerja keuangan GKI yang ada di jemaat-jemaat, Klasis dan juga Sinode. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua mengeglar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Keuangan dan Aset GKI di Tanah Papua Tahun 2018.

Rakor tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th, didampingi Ketua Panitia Pelaksana Rakor Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, yang berlangsung di GKI Klasis Sentani, tepatnya di Halaman Gereja Marthen Luther, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (7/8/2018) malam lalu.

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, pdt. Andrikus Mofu, M.Th, kegiatan rakor yang akan digelar selama empat itu akan fokus pada sejumlah masalah seperti melakukan kinerja keuangan GKI yang ada di jemaat-jemaat, Klasis dan juga Sinode.

“Jadi, rakor tersebut akan kita gelar selama empat hari, sejak Selasa (7/8/2018) hingga Jumat (10/8/2018). Dalam rakor ini kita melakukan evaluas sejauh mana penerimaan dari sumber-sumber keuangan dalam GKI yakni, konvensional (derma) dan juga inkonvensional (usaha-usaha kemandirian dalam Gereja), yang ada di Jemaat-jemaat, Klasis serta Sinode,”  katanya kepada para awak media usai membuka kegiatan Rakor tersebut.

Evaluasi dalam kegiatan rakor tersebut juga, kata dia, akan dilakukan secara keseluruhan dari bulan Januari hingga Juni 2018, kemudian rencana penerimaan Sinode GKI telah melampaui sekitar 57 persen dari target Rp 125 miliar.

Sehingga diharapkan agar dapat dipertahankan hingga akhir tahun 2018. Walaupun sudah mencapai target, tetapi kami tidka bisa pungkiri bahwa masih ada jemaat atau Klasis yang belum mencapai target.

“Untuk itu, melalui evaluasi pada kegiatan Rakor ini kita bisa melihat masalahnya apa da juga bisa kita carikan solusinya untuk diselesaikan, katanya.

Dalam rapat koordinasi itu, lanjut Pdt. Andrikus Mofu, pihak Sinode akan mendata ulang aset-aset milik Gereja, Klasis atau Sinode.

“Kita di Sinode akan melakukan pendataan ulang aset-aset milik kita seperti tanah, bangunan serta aset bergerak maupun aset tidak bergerak, yang menjadi potensi kekuatan kita. Sehingga dari hasil rapat koordinasi ini, kita bisa evaluasi mana yang bisa digunakan untuk membantu pelayanan Gereja ini,”  katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakor, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, menambahkan, slaah satu output yang diharapkan dlaam rakor ini adalah adanya peningkatan kinerja dan juga kapasitas pengelola keuangan di Klasis-klasis GKI di Tanah Papua.

Dengan adanya peningkatan kinerja dan juga kapasistas, maka target-target pencapaian baik itu dari sisi keuangan maupun aset bisa kita berdayakan jauh lebih optimal lagi, tegasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)