Peduli Cenderawasih dan Lingkungan, Alex Waisimon dan Abdel Gamel Naser Terima Penghargaan WWF Papua

0
300
Gamel bersama Direktur WWF Indonesia program Papua Benja Mambai (tengah) dan penyelenggara event ketika proses pemberian sertifikat. (ISTIMEWA)
Direktur WWF Indonesia program Papua, Benja Mambai memberikan piagam penghargaan kepada Alex Waisimon (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  World Wild Fund (WWF) for Nature sebagai  organisasi lingkungan kembali memberikan penghargaan kepada Alex Waisimon dan Abdel Gamel Naser, selaku penggiat lingkungan yang dianggap memiliki komitmen untuk menyuarakan isu konservasi.

 

Alex Waisimon dan Abdel Gamel Naser. Keduanya selain memiliki komitmen tetapi juga mampu menularkan isu positif terkait lingkungan. Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktur WWF Indonesia Program Papua, Benja Mambai.

 

“Kalau dilihat dari nominal dengan apa yang sudah dilakukan selama ini memang tak sebanding namun inilah yang bisa kami berikan dan berharap akan terus lahir pejuang konservasi,” kata Benja saat penyerahan penghargaan pada peresmian gedung Learning Centre WWF di Kantor WWF Papua di Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (8/8/2018).

 

Untuk Alex Waisimon sendiri diakui semua kontribusinya tak diragukan lagi. Berdiri sebagai pejuang hutan adat tempat dimana berbegai Burung Cenderawasih bertengger.

 

Bahkan dedikasi Alex Waisimon telah mengantarkan dia bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan mendapatkan sejumlah penghargaan skala nasional lainnya.

Alex dikenal memiliki kasawan   Bird Waching di Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura dan memiliki komitmen kuat untuk menjaga burung-burung Cenderawasih.

Gamel dan Alex waisimon (tengah) diapit beberapa anggota komunitas lingkungan di Jayapura usai menerima penghargaan. (ISTIMEWA)

Sementara Abdel Gamel Sendiri selain bekerja sebagai jurnalis di Harian Cenderawasih Pos,  ia juga aktif dalam komunitas lingkungan, ikut mengadvoksi sejumlah isu termasuk isu Cenderawasih dan kawasan hutan mangrove.

 

“Saya disampaikan pesan oleh Pak Benja untuk tidak berhenti bersuara, jangan mundur dan tetap menyampaikan isu konservasi karena Papua memiliki kekayaan alam yang berlimpah dan ini harus dijaga,” kata Gamel.

 

Gamel bersama Direktur WWF Indonesia program Papua Benja Mambai (tengah) dan penyelenggara event ketika proses pemberian sertifikat. (ISTIMEWA)

Untuk Gamel ini menjadi penghargaan ketiga dirinya dari WWF, penghargaan pertama diterima tahun 2009 lalu kemudian kembali diberikan pada Maret 2018 sebagai salah satu aktifis lingkungan yang ikut berkontribusi soal konservasi dan ketiga terkait partisipasi dalam Earth Hours 2018.

“Saya memiliki kalimat bahwa saat ini hanya Bumi tempat berpijak sehingga harus dijadikan layak huni dan keseimbangan sangatlah penting,” tandasnya. (*)