Mengenang 100 tahun lahirnya Nelson Mandela (18 Juli 1918 – 18 Juli 2018)

0
96

Oleh : Habelino Sawaki

“Saya benci diskriminasi dan segala manifestonya. Saya telah memeranginya sepanjang hidup saya.
Saya memeranginya sekarang dan sampai akhir hayat saya”.

“Ketika seorang pria telah melakukan apa yang Ia anggap sebagai kewajibannya untuk rakyat dan negaranya, Ia bisa beristirahat dalam damai”.

“Jangan nilai saya menurut keberhasilan saya, nilailah saya berdasarkan berapa kali saya jatuh dan bangkit kembali “.

– Nelson Mandela –

Pemimpin besar yang berjuang melawan diskriminasi dan rasialisme terhadap orang kulit hitam di Afrika Selatan dan berhasil menjadi Presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan yang dipilih secara demokrasi.

Bapak pejuang perdamaian yang gigih melawan ketidakadilan dan menentang segala bentuk diskriminasi serta penindasan bagi orang kulit hitam.

Penerima penghargaan Nobel Perdamaian yang menjadi inspirasi dunia.

Jasa seorang Nelson Mandela akan selalu dikenang sepanjang sejarah dan terus menjadi tokoh panutan bagi pemimpin dunia.

Semoga kelak akan muncul pemimpin-pemimpin seperti Nelson Mandela di Indonesia yang berani menyuarakan hak-hak warga minoritas yang kerap mengalami diskriminasi.

Putra terbaik bangsa tanpa memandang asal usul  suku, agama maupun ras, memiliki tanggung jawab besar untuk memajukan bangsa.

Kemajemukan dan keanekaragaman yang Indonesia miliki memang rawan konflik rasialisme dan kita butuh pemimpin seperti Nelson Mandela yang berani memperjuangkan kebenaran, kedamaian dan kesetaraan hak bagi semua warga negara tanpa memandang agama, suku dan ras.

Setiap warga negara memiliki hak yang sama, apapun agama, suku dan rasnya.

Terima kasih Nelson Mandela.