Festival Teluk Humboldt  : Kearifan Lokal Bagian Kekayaan Daerah

0
108

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  – Festival Teluk Humboldt rangkaian kegiatan seni budaya dan kearifan local tersebut  sejak Minggu (5/8) lalu yang secara resmi di buka secara bersama – sama oleh Plt Gubernur Papua Soedarmo, Perwakilan Kementrian Pariwisata, Walikota Jayapura, Wakil Walikota Jayapura, Ketua DPRD Kota Jayapura, Ketua LMA Portnumbay yang berlangsung di ruas jalan Ring Road, Hamadi, dan Selasa (7/8) kemarin telah berakhir.

 

Soedarmo memberikan apresiasi, bagi walikota Jayapura yang melalui kebijakan yang dilakukan telah mempertahankan nilai – nilai budaya karena daerah atau Negara yang maju adalah Negara atau daerah yang mampu mepertahankan nilai – nilai budaya yang ada.

”ini memenga harus dilakukan karena untuk mempertahankan nilai – nilai budaya wajib dilakukan oleh tiap daerah” kata Soedarmo.

Dikatakan , dengan mempertahankan nilai budaya maka kita bisa mengfilter budaya – budaya asing atau budaya trans nasional yang bisa mempengaruhu budaya kita. “kegiatan ini terus dilanjutkan agar nilai – nilai yang sebagian sudah ditampilkan dalam vestifal ini akan terus ada dan akan terus bisa kita lestarikan sampai beribu tahun berikutnya,”harapnya.

Walkota Jayapura, DR Benhur Tomi Mano MM mengatakan, dalam kepemimpinannya dirinya akan terus mempertahankan kearifan local yang ada di 14 kampung baik tarian, bahasa dan makan khas agar tika punah walaupun kota ini maju dan berkembang.

“Mereka harus mempertahankan tarian – tarian adat meraka di kampung – kampung. Supaya ditengah kota yang modern ini adat mereka tidak hilang. Biarlah anak cucu mereka menikmati adat itu dengan baik. Ini visi saya dalam mempertahankan nilai – nilai kearifan local,”tuturnya.

Untuk itu dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 dan melalui Festival Teluk Humboldt ini sebgai wadah untuk semua kampung ayang ada menampilkan budaya masing – masing.

Dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat kota jayapura untuk datang dan turut meramaikan Festival Humboldt yang akan digelar selama 3 hari dari tanggal 5,6 dan 7 Angstus 2018.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Portnumbay , George Awi menyampaikan pagelaran Vestival Huboldt yang mengusung tema “ Harmoni Budaya “ sejalan dengan dengan Pencanangan Harmoni Indonesia 2018 oleh Presiden Joko Widodo dan juga dilakukan di seluruh provinsi. Ini menandakan ada harmoni antara pemerintah pusat dengan pemerintah kota jayapura.

Menurutnya, dengan festival ini memberikan ruang bagi masyarakat adat untuk mengekspresikan segala budaya yang dimiliki sekaligus dikemas dan dikelola dengan nilai – nilai estetika,  sehingga menarik pengunjung.

“Sebagai ibukota provinsi papua kita harus siapakn ini. Timakasi untuk walikota yang telah menyiapkan ruang untuk kami mengakspresikan budaya yang kami miliki di kampung – kampung. Festival ini sebagai sarana hiburan dan informasi agar semua orang tau inilah portnumbay ,”terangnya.

Sementara itu , Ketua Panitia Festival Humboldt, Matias Mano menyampaikan , Festival Teluk Humboldt ini sebagai ajang promosi pariwisata kota jayapura sekaligus mendukung salah satu program prioritas pemerintah dari sector pariwisata untuk mendatakan 17 juta wisatawan di tahun 2018. (Humas Setda Kota Jayapura)