Triyaningsih, Ratu Lari Jarak Jauh Asia Tenggara Dari Indonesia

0
71
Dibalik prediksinya sebagai Ratu Lari Jarak Jauh Asia Tenggara, Triyaningsih ternyata memiliki banyak cerita menarik ketika masa kecil. Menariknya, bukan dunia lari yang menjadi ketertarikan Triyaningsih kecil. Ia lebih giat menekuni dunia seni tari ketika duduk di bangku Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. (foto:dok/kemenpora.go.id)
JAKARTA (LINTAS PAPUA) – Dibalik prediksinya sebagai Ratu Lari Jarak Jauh Asia Tenggara, Triyaningsih ternyata memiliki banyak cerita menarik ketika masa kecil. Menariknya, bukan dunia lari yang menjadi ketertarikan Triyaningsih kecil. Ia lebih giat menekuni dunia seni tari ketika duduk di bangku Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.
“Aku sempat ikut les menari. Tarian tarian tradisional, seperti tari piring,” kenang Triyaningsih.Semua itu berubah ketika wanita yang akrab disapa Triya ini mengikuti jejak kakaknya, Ruwiyati, masuk ke sebuah klub lari khusus jarak jauh di Salatiga.
Perjalanan Triya tentu bukan tanpa hambatan. Ia pernah diremehkan karena kalah dari pelari-pelari yang berusia lebih muda. Namun, ia tidak pernah menyerah.Berkat latihan ekstra keras dan dukungan tanpa henti dari keluarga, Triya mulai menunjukkan hasil positif. Ia bahkan mampu mengalahkan kakanya dalam sebuah uji tanding.
Keberhasilan mengalahkan kakaknya itulah yang membuat Triya mulai merasa yakin bahwa ia bisa menekuni karier di dunia lari.Pada 2003, hanya satu tahun setelah masuk ke klub lari, Triya dipanggil masuk pelatnas dan terpilih untuk membela Indonesia di SEA Games.”Sebagai salah satu atlet yang mewakili bangsa di ajang internasional, yang dari awalnya gak bisa apa-apa, adalah hal yang gak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” tutur sosok yang lahir pada 15 Mei 1987 tersebut.
Triya memang harus menunggu hingga SEA Games 2007 untuk meraih emas pertamanya. Ia bahkan berhasil menyumbangkan dua emas kala itu, masing-masing dari nomor dari nomor 5.000 meter dan 10.000 meter.Keberhasilan di SEA Games 2007 menjadi awal bagi karier gemilang Triya, yang total telah mengoleksi 11 emas SEA Games. Enam di antaranya berasal dari nomor 10.000 meter. “Pertama-tama aku bersyukur kepada yang maha kuasa karena diberi kekuatan dalam kurun waktu yang panjang. Insyaallah, aku berharap, masih akan terus diberi kekuatan. Aku merasa senang bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa,” kata Triya.
Prestasi itulah yang kemudian membuat Triya menyandang gelar ratu lari jarak jauh Asia Tenggara.”(Julukan) itu kan penghargaan dari masyarakat. Aku yakin kalau mereka sampai memberikan gelar itu berarti mereka benar-benar memperhatikan aku. Insyaallah, mereka juga mendoakan aku agar bisa lebih baik lagi,” ujar dirinya.
Asian Games 2018 mendatang merupakan momen spesial bagi Triya. Maklum, ia gagal meraih medali pada Asian Games 2010 dan tidak bermain pada Asian Games 2014 karena.Dapat dikatakan, Asian Games 2018 menjadi momen pembuktian bagi Triya. Ia berharap warga Indonesia akan memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno dan memberikan dukungan langsung kepada atlet-atlet atletik.”Aku percaya banget ya setiap satu suporter, setiap satu teriakan, setiap satu semangat ada sisi magis. Satu semangat itu satu doa. Hal itu bisa membuat kita mendapatkan tenaga lain yang entah darimana,” pungkas Triya. (van / http://kemenpora.go.id/index/preview/berita/12676 )