Ratusan ASN Papua Dapat Teguran Keras Akibat Tidak Apel

0
360
Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo, menerima laporan dari pemimpin barisan terkait jumlah pegawai di masing-masing instansi yang hadir, bahkan yang tak hadir dalam apel kedua Senin Siang. (Erwin / HPP)
Aparatur Sipili Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua. (Erwin /HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Lazimnya pelaksanaan apel Senin pagi hanya digelar sebanyak satu kali oleh Pemerintah Provinsi Papua. Kali ini berbeda, dimana pelaksanaannya digelar dua kali, pagi dan siang di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (6/8).

Apel yang kedua pada pukul 12.00 Wit tersebut, nyatanya merupakan sanksi bagi tiga ratus aparatur sipil negara (ASN) yang tak hadir pada apel pagi.

Tidak hanya harus melaksanakan apel, para pegawai negeri ini mendapat teguran keras dari Penjabat Gubernur Papua,  Soedarmo, agar tidak lagi telat apalagi bolos.

“Ini apel kedua bagi yang tadi pagi tidak datang. Jadi sekarang kita tidak hanya kasih teguran kemudian tanpa ada sanksi yang diberikan. Tak adil seperti itu. Sebab jika kondisi seperti ini dibiarkan dikhawatirkan selamanya terus begitu (ada pegawai telat atau bolos apel pagi),” tegasnya saat memberikan amanat.

Tugas ini, lanjut dia, sebenarnya menjadi wewenang pejabat Eselon III dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Sayangnya, tidak berjalan sesuai harapan sehingga secara terpaksa dirinya mengambil alih.

“Cobalah kita sadar diri sebab saya sendiri sebagai gubernur kalau tidak masuk kerja atau tugas luar, selalu menyampaikan kepada Sekda supaya diketahui. Walaupun sebenarnya kalau saya mau pergi kemana sebetulnya tak ada masalah (tak perlu melapor). Tetapi komunikasi dan koordinasi semacam ini harus dibangun dalam sebuah organisasi,” ucap dia.

Yang terpentig menurut Soedarmo, seluruh pegawai mesti mengedepankan rasa saling menghargai dan kerja sama yang baik dalam sebuah organisasi. ASN juga dituntut tak hanya menuntut hak tetapi kewajiban dibawah rata-rata.

Artinya, harus ada keseimbangan antara hak dan kewajiban. “Saya hanya minta kewajiban setiap Senin melaksanakan kegiatan upacara bendera. Sehingga kalau bisa diikuti. Sekali lagi harus ada keseimbangan jangan hanya menuntut hak saja tapi kewajiban tak dilakukan,” katanya.

Penjabat Gubernur Provinsi Papua, Soedarmo, saat diwawancara. (Erwin / HPP)

Diketahui, pada apel Senin pagi sekitar puku 08.00 Wit, sekitar 1037 ASN di lingkungan pemerintah provinsi dilaporkan tak hadir tanpa keterangan. Sementara pada apel Senin siang (yang kedua), hanya dihadiri sekitar tiga ratusan ASN, dengan 700-an pegawai masih tanpa keterangan.

“Yang pasti untuk sekitar 700-an pegawai yang tak datang hari ini, harus tetap hadir melakukan apel pagi pada Selasa (7/8) pagi sampai lengkap sejumlah 700-an pegawai tanpa keterangan itu, hadir mengikuti apel,”tegasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here