Bupati Mathius Awoitauw Resmikan Jalan Usaha Tani di Kampung Kuipons

0
295
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, saat melakukan pengguntingan pita didampingi Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura Adolof Yoku, S.P., M.M, pada peresmian jalan usaha tani di Kampung Kuipons, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Sabtu (4/8/2018) lalu. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, meresmikan Jalan Usaha Tani yang dibiayai melalui Dana Aloksi Khusus (DAK) Bidang Kedaulatan Pangan Sub Bidang Pertanian Tahun 2018, Sabtu (4/8/2018) di Kampung Kuipons, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura.

Peresmian jalan usaha tani masyarakat sepanjang 1 kilometer dan lebar badan jalan 2,5 meter serta dapat dilalui kendaraan roda tiga (3) di Kampung Kuipons, Distrik Nimboran ini di harapkan oleh Bupati Jayapura dapat di manfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat.

Bantuan dari pemerintah ini harus di gunakan dan di manfaatkan dengan sebaik mungkin, karena semua bantuan itu untuk kepentingan masyarakat, ujarnya.

Usai meresmikan jalan usaha tani, Bupati Mathius melanjutkan dengan melantik 10 Kepala Kampung dari beberapa Distrik, yang berlangsung di Halaman Kantor Distrik Namblong.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., saat diwawancara. (Irfan / HPP)

Bupati Mathius mengatakan, jalan usaha tani ini di bangun pada kawasan pertanian tanaman pangan, untuk pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian serta mengangkut hasil produk pertanian dari lahan pertanian menuju tempat pengumpulan sementara, tempat pengolahan atau pasar.

 

Pengembangan jalan usaha tani yang di biayai melalui DAK Bidang Kedaulatan Pangan Sub Bidang Pertanian tahun anggaran 2018 ini dapat berupa pembangunan jalan usaha tani, yaitu membuat jalan usaha tani baru sesuai kebutuhan.

Bupati Mathius menyampaikan, pengembangan jala usaha tani yang di biayai melalui DAK Bidang Kedaulatan Pangan Sub Bidang Pertanian tahun 2018 itu perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu lebar badan jalan usaha tani maksimal 2,5 meter dan dapat di lalui kendaraan roda tiga serta di buatkan tempat untuk berpapasan.

Sedangkan kapasitasnya di sesuaikan dengan jenis komoditas yang akan di angkut dan alat angkut yang akan di gunakan. Spesifikasi dan komponen jalan usaha tani (bahu jalan, badan jalan, saluran drainase, gorong-gorong dan jembatan) itu di sesuaikan dengan kebutuhan lapangan, paparnya.

Kepada Kelompok Tani (Keltan) Yamako Nasing dan Nenemsu, Bupati Mathius berharap dengan adanya pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1 kilometer ini, petani dapat terbantu untuk mobilisasi ke kebun dan mengangkut hasil produksi. Saya juga berharap petani harus lebih bersemangat dalam brusaha tani serta bersungguh-sungguh melaksanakan usaha pertaniannya guna menambah pendapatan keluarga, harap Mathius Awoitauw diakhir sambutannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolof Yoku, S.P., M.M., menambahkan, bahwa sekarang ini namanya bukan lagi jalan produksi pertanian, namun di tanaman pangan dan hortiklutra itu disebut dengan nama jalan usaha tani.

Jalan produksi pertanian yang dibangun untuk petani, di ujung atau di tengah jalan itu harus ada komoditi perkebunan yang sudah menghasilkan seperti Kakao (coklat). Jadi, di jalan produksi yang dibangun itu harus ada produksi Kakao dan Kelapa, sehingga bisa di sebut dengan jalan produksi pertanian. Sebenarnya sama saja juga, tapi kita harus sedikit membedakan antara jalan produksi dengan jalan usaha tani, jelasnya.

Lanjut Adolof menyampaikan, pembangunan jalan usaha tani ini merupakan jalan yang digunakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), yang dikhususkan untuk petani tanaman pangan yang melaksanakan usaha pertaniannya seperti padi, jagung, kedelai dan sayur-sayuran.

“Karena jalan usaha tani ini diperuntukkan kepada petani yang berusaha tani dari komoditi-komooditi tanaman pangan,” ujarnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here