Demo di SMPN 1, Wakil Wali Kota Serahkan ke APIP dan Inspektorat

0
38
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rystan Saru, MM, saat memimpin rapat. (Fransisca /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM menyesali aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah guru dan staf SMPN 1 Jayapura pada Selasa, 31 Juli 2018 baru-baru ini, yang berkaitan dengan dugaan korupsi sejumlah dana pendidikan oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Jayapura Alex Deu.

 

“Jika terdapat polemik di dalam organisasi dalam hal ini kasus dugaan korupsi kepala sekolah, kan ada Inspektorat dan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah), ada proses hukum yang berlaku, mari kita proses sesuai hukum tersebut,” katanya dalam pertemuan terbatas di Aula Sian Sioor Kantor Wali Kota Jayapura, Wakil Wali Kota Jayapura bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura Dr Fachrudin Pasolo, MSi mengultimatum sejumlah guru dan staf perihal aksi demonstrasi, kemarin.

 

“Guru adalah para pendidik yang harus memprioritaskan hak siswa dalam belajar. Sebaliknya, aksi demonstrasi tersebut justru melibatkan siswa-siswi untuk turut menyorakkan dan memegang selembaran aspirasi menolak kepemimpinan kepala sekolah yang diduga melakukan tindak korupsi,” ucapnya.

 

Ia juga menilai tindakan tersebut mencoreng nama Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM, dalam mengembangkan kualitas pendidikan di Kota Jayapura. SMPN 1 Jayapura yang merupakan sekolah favorit dengan segudang prestasi harus menjadi sorotan publik di Kota Jayapura. Sebagai negara demokrasi, menyampaikan aspirasi bagi seluruh warga negara tidaklah dilarang, hanya saja perlu diperhatikan teks dan konteks. Artinya sebagai tenaga pendidik pada jam pelajaran berlangsung, tidak sepantasnya digunakan untuk berdemonstrasi terlebih melibatkan siswa yang notabene tak pantas terlibat.

“Pakailah etika dalam berdemonstrasi terkhusus para pendidik yang tidak mengindahkan tindakan berdemo dengan mengajak para siswa,” tegasnya. (els/ab).