Tim Sekber Asmat Gencar Sosialisasikan Program Bangga Papua

0
334
Tim Sekber Kabupaten Asmat sosialisasikan Program Bangga Papua kepada masyarakat di sejumlah distrik. (Eman Riberu /HPP)

ASMAT (LINTAS  PAPUA)  –  Tim Sekretariat Bersama (Sekber) Program Bangga Papua terus menggencarkan sosialisasi Program Bangun Generasi dan Keluarga Papua Sejahtera (Bangga) Papua kepada masyarakat di sejumlah distrik di Kabupaten Asmat.

Kepala Sekber Bangga Papua Kabupaten Asmat, Hallason Frans Sinurat mengatakan,  pihaknya pada 2 Agustus 2018 melalukan sosialisasi program Bangga Papua di Distrik Uniserau, Distrik Korowai Buluanop, Kampung Yaosakor dan Kampung Beriten di Distrik Agats.

“Kami gencar sosialisasikan program ini agar masyarakat tahu apa manfaat dan bagaimana dapat terakomodir dalam program Bangga Papua. Program ini khusus untuk orang asli Papua,” kata Frans, Minggu (5/8/2018).

Menurut dia, tim yang turun ke sejumlah distrik (kecamatan) dan kampung (desa) tersebut bertugas memperkenalkan program Bangga Papua serta manfaat dan kegunaannya sehingga masyarakat bisa memanfaatkan program itu dengan baik.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Asmat sangat mendukung program Bangga Papua karena selaras dengan visi misi pemerintah setempat untuk membangun masyarakat Asmat yang maju, sejahtera dan bermartabat.

“Kami harapkan melalui sosialisasi-sosialisasi itu, masyarakat memahami dan bisa memanfaatkan program perlindungan sosial ini secara maksimal,” ujarnya.

Frans menjelaskan Asmat merupakan satu dari tiga kabupaten yang terpilih sebagai daerah uji coba program Bangga Papua pada 2017 lalu. Semenjak itu, Tim Sekber gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami melakukan sosialisasi sejak akhir 2017, dan sebelum sosialisasi kami melakukan pemetaan wilayah agar kegiatan sosialisasi itu bisa berjalan baik dan tepat sasaran.

Selain sosialisasi, tambah Frans, Tim Sekber mengambil data calon penerima manfaat dari para kepala keluarga. Selain itu juga dilakukan validasi data penerima manfaat di lapangan agar tidak terjadi pendobelan.

“Program ini dikhususkan bagi anak-anak berusia di bawah empat tahun. Sampai saat ini sosialisasi, validasi dan pendataan masih berjalan,” ujarnya. (Erib/ej / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here