Warga Kampung Yongsu Desoyo Terima Bantuan 250 Bibit Ayam

0
605
Wabup Giri Serahkan Bantuan 250 Bibit Ayam Kampung. (Irfan/HPP)
Keindahan Tanjung Tanah Merah, Kampung Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, dari kejahuan yang menjadi destinassi wisata yang harus dijaga dan dilestarikan.. Tampak Pemandangan Belakang kearah Kampung Yongsu Desoyo. (Eveerth Joumilena /LintasPapua)

Diserahkan Wakil Bupati Jayapura Kepada Kelompok Peternak di Kampung Yongsu Desoyo yang Berjumlah Sekitar 23 KK

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Untuk meningkatkan ekonomi pola rumah tangga dan juga memenuhi protein hewani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) menyerahkan 250 ekor bibit ayam kampung (day old chickens-DOC) kepada 23 Kepala Keluarga (KK) yang ada di Kampung Yongsu Desoyo, Distrik Raveni Rara, Kabupaten Jayapura, Kamis (2/8/2018) kemarin.

Prosesi penyerahan ini dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati (Wabup) Jayapura Giri Wijayantoro, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Jayapura, drh. Adorsina Wompere, di Kampung Yongsu Desoyo, Distrik Raveni Rara, Kabupaten Jayapura.

Selain bibit, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura juga menyerahkan bantuan pakan, vaksin dan obat untuk keperluan saat beternak ayam kepada 23 Kepala Keluarga (KK) penerima bantuan yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan dan bekerja sambilan sebagai peternak ayam.

Jadi, penyerahan ratusan ayam kampung ini bertujuan untuk peningkatan ekonomi pola rumah tangga. Selain itu juga, untuk pemenuhan akan protein hewani, jelas Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Disbunnak Kabupaten Jayapura, drh. Adorsina Wompere, ketika menghubungi wartawan harian ini via telepon seluler, Kamis (2/8/2018) malam.

Lanjut kata drh. Adorsina Wompere, penyerahan ratusan ayam kampung ini merupakan jawaban atas permintaan masyarakat di Kampung Yongsu Desoyo saat pelaksanaan Musrenbang baik ditingkat Kampung Yongsu Desoyo maupun Distrik Raveni Rara.

:Kami menyerahkan ratusan ayam kampung ini juga merupakan jawaban hasil Musrenbang dari distrik, yang setiap kali masyarakat minta bantuan untuk ternak ayam, sehingga kali ini kita bisa realisasikan kepada masyarakat di Kampung Yongsu Desoyo,” katanya.

Adorsina Wompere mengatakan, kelompok peternak ayam berjumlah 23 Kepala Keluarga (KK) yang mendapat bantuan bibit ayam tersebut merupakan masyarakt masyarakat nelayan.

Jadi, kalau lagi musim ombak atau angin kencang itu pasti mereka tidak pergi melaut. Sehingga mereka hanya di rumah dan pelihara ayam disamping rumah mereka saja atau mereka ini kerja sambilan sebagai peternak ayam dan hal itu sudah kita survei dari tahun lalu. Karena kita sudah lihat, maka kita beri bantuan tempat pakan, tempat minum, disenfektan dan sekarang ini baru kita berikan bantuan bibit ayam kepada mereka, katanya.

Adorsina menyampaikan, bibit ayam petelur ini merupakan kualitas unggul yang diambil dari Tangerang. Ini (bibit ayam) hasil penelitian dari Balai Litbang di Tangerang. Jadi, sebagai ayam petelur juga bisa sebagai ayam jago. Kalau usia dari ayam ini sekarang baru 1,5 bulan, maka empat bulan kemudian ayam ini sudah bisa bertelur dan tiap hari akan bertelur, paparnya.

Adorsina mengatakan, kelompok peternak ayam yang mendapat bantuan ratusan bibit ayam yakni kepada satu kelompok yang berjumlah sebanyak 23 Kepala Keluarga (KK). Untuk masing-masing kepala keluarga ini akan mendapatkan bibit ayam sekitar 10 sampai 11 ekor.

Diakui Adorsina, sebelumnya pengadaan bibit ayam petelur ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan juga pendapatan ekonomi masyarakat.

Tak hanya bibit ayam petelur, pembangunan kandang, bantuan tempat pakan, tempat minum, pemberian disenfektan dan tadi juga berikan bantuan pakan serta bantuan ratusan bibit ayam petelur ini.

Semua pemerintah yang menyiapkan. Selain memberikan bantuan bibit ayam, kita juga ada berikan bantuan pakan selama satu minggu atau masa transisi, ungkapnya.

Menurutnya, setelah masa pemberian pakan selama satu minggu itu, maka masyarakat (mereka) sediakan sendiri untuk pakannya seperti hasil ampas atau pohon sagu dicampur dengan sisa-sisa ikan yang tidak digunakan, sehingga bisa menjadi pakan buat ayam petelur.

“Untuk pakan, mereka sudah memiliki sendiri pakan alami dan tidak beli pakan toko lagi. Maka itu sekitar lingkungan mereka bisa dimanfaatkan untuk memproduksi pakan sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro mengatakan, ratusan bibit ayam petelur yang diserahkan ini merupakan kualitas unggul dan sudah melewati penelitian dari Balai Litbang di Tangerang.

Jadi, hasilnya bagus dan ayam-ayam ini akan rutin bertelur. Karena bibitnya kualitas unggul, maka kita berikan di daerah yang agak susah terjangkau dengan harapan bisa berkembang dan juga bisa berkembang secara luas di Kabupaten Jayapura, kata Wabup Giri saat dikonfirmasi wartawan usai acara penyerahan bantuan ratusan bibit ayam petelur, di Kediaman Pribadinya, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (2/8/2018) sore. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here