Komite SMA Negeri 2 Serahkan Dana Dukungan Proses Belajar Mengajar

0
1386
Ilustrasi Proses Belajar Mengajar antara guru dengan murid. (infonawacita.com)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Guna melaksanakan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsi dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan. Komite Sekolah menyerahkan bantuan dana kepada SMA Negeri 2 Jayapura, Rabu (01/08/2018).

Penyerahan dana tersebut ditandai dengan penandatangan pihak Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Jayapura, Komite Sekolah, dan Perwakilan Orang Tua Murid yang diperuntukan bagi peserta didik tahun ajaran 2018/2019.

“Kami berterimakasih sekali, apapun yang kami programkan walaupun diluar dikatakan bahwa kepala sekolah memanfaatkan komite untuk mencari uang, itu salah sekali. Kami memaparkan apa yang dibutuhan sekolah, salah satunya membuat jaringan internet untuk membuka wawasan seluruh peserta didik dan guru,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Jayapura,  Christina Dwisunu Widyastuti, di Jayapura.

Selain itu kata Christina, pihaknya juga mendapat bantuan dari pemerintah sebanyak 4 ruangan, dan 8 ruangan yang juga dibantu Komite Sekolah. Bahkan setiap bulan mendapat bantuan komputer dan 4 laboratorium untuk menopang proses Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Ini merupakan bentuk perhatian komite dalam upaya memajukan sekolah. Jadi dana yang terkumpul sebesar Rp. 914.310 juta berdasarkan kesepatakan orangtua untuk digunakan pengembangan kompetensi guru dan siswa, kegiatan osis, kepramukaan dan ruangan untuk penyimpanan alat-alat Drumband yang diberikan juga instalasi air dan perbaikan kelas yang rusak,” katanya.

Sementara itu ditempat yang sama Ketua Komite Sekolah Derek Imbiri mengaku gedung dan laboratorium telah dibangun pihak komite sekolah, pengembangan kapasitas siswa dan guru tour ke luar negeri bahkan pembangunan fisik disekolah.

“Diharapkan pengelolaan keuangan yang bawa dari orangtua diperuntukan dengan baik dan transparan harus dilakukan untuk kepentingan sekolah, jadi tidak bisa digunakan dengan sembarangan, karena kita bersepakat setiap orangtua wajib sumbangkan Rp. 3 juta” tandasnya. (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here