Dispenda Keerom Mulai  Jemput Bola Penerimaan PBB

0
572
Bupati Keerom, Muh. Markum SH, MH, MM, saat melakukan diskusi dan Tanya jawab dengan masyarakat serta tokoh adat di Balai Kampung Woslay, Distrik Senggi, Jumat (25/5/2018). (Arif/HPP)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  –  Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kab Keerom, mulai melakukan sistem ‘jemput bola’ untuk penarikan pajak bumi dan bangunan bagi warga Keerom. Yaitu dengan cara Dispenda Keerom menggelar kas keliling yang dilakukan di kampung-kampung potensial penerimaan PBB tahun 2018 ini.

Kepala Dispenda Keerom, La Suda, melalui Kabid PBB dan DPHTB, Antonius Ama Bolen, mengemukakan kegiatan kas keliling yang dilakukan jajarannya telah dimulai dari Kampung Sanggaria pada tanggal 25 juli 2018.

Kegiatan kas keliling ini kita baru saja mulai di Kampung Sanggaria, dan selanjutnya secara bergilir akan kita lanjutkan ke beberapa kampung potensial PBB di Keerom. Untuk di kampung Sanggaria ini kita layani masyarakat selama dua hari di Kantor Kampung,” ungkapnya kepada HPP, belum lama ini di Keerom.

Ia menyebut bahwa dengan sistem jemput bola ini maka diharapkan upaya untuk mengoptimalkan penerimaan pendapatan dari sector pajak bumi dan bangunan. Apalagi menurutnya, dari penarikan PBB di kampung pertama ternyata respon masyarakat sangat baik.

Untuk respon masyarakat sangat baik, contohnya untuk penerimaan kita dengan system jemput bola ini, maka penerimaan PBB dalam satu hari bisa mencapai Rp. 8 juta lebih. Tentunya ini lebih baik jika dibandingkan dengan kita menunggu di kantor, paling banyak dalam kisaran Rp. 2 juta sehari,’’lanjutnya.

Ditambahkan,  bahwa Dispenda menerapkan system jemput bola ini telah dimulai sejak tahun 2015 silam. Memang dari evaluasi sebelumnya, system jemput bola dengan membuka kantor kas keliling ini sangat efektif untuk meningkatkan penerimaan daerah dari sektor PBB tersebut.

Setelah Kampung Sanggaria selanjutnya kita akan teruskan ke kampung Yammua, Tramelyan, Intaimelyan dan lainnya. Untuk tahun 2018 ini kita harapkan bisa melakukan pembukaan kas keliling untuk sebanyak 22 kampung-kampung potensial yang ada di Keerom,’’pungkasnya. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here